Kontroversi Baru Virus COVID-19 AstraZeneca, Disebut Sebabkan Stroke Iskemik

Sebelumnya AstraZeneca juga dikaitkan dengan kasus pembekuan darah.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 26 Mei 2021 | 12:53 WIB
Kontroversi Baru Virus COVID-19 AstraZeneca, Disebut Sebabkan Stroke Iskemik
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

Adapun kronologinya pasien pertama dari tiga pasien yang mengalami stroke iskemik, adalah seorang perempuan berusia 35 tahun yang kemudian meninggal dunia. Ia mengalami sakit kepala dan mata di bagian kanananya usai 6 hari disuntik vaksin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) menyaksikan proses vaksinasi COVID-19 Astrazeneca kepada sejumlah kyai muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).  ANTARA FOTO/Moch Asim
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) menyaksikan proses vaksinasi COVID-19 Astrazeneca kepada sejumlah kyai muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Moch Asim

Selanjutnya 5 hari kemudian, perempuan itu bangun tidur dalam keadaan sangat mengantuk, wajah lengan dan kakinya lemah hingga tidak bisa digerakan.

Akhirnya ia menjalani operasi otak untuk mengurangi tekanan darah di otaknya, namun tetap saja nyawanya tidak terselamatkan.

Sedangkan pasien kedua, seorang perempuan berkulit putih usia 37 tahun, mengalami sakit kepala, linglung, lengan kiri dan mata sebelah kirinya tidak bisa digunakan setelah 12 hari divaksinasi.

Baca Juga:1.800 Pelaku UKM dan Pelayan Toko di Grogol Disuntik Vaksin AstraZeneca

Setelah menjalani beberapa perawatan medis ia berhasil selamat.

Berikutnya lelaki Asia berusia 43 tahun dirawat di rumah sakit setelah 3 minggu divaksinasi, ia mengalami kesulitan berbicara dan sulit memahami bahasa komunikasi.

Lelaki tersebut lantas menerima tranfusi trombosit dan plasma darah dibarengi pengobatan lainnya, kini ia dalam keadaan stabil.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini