alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal KKB Papua Teroris, Denny Siregar: Jangan Mau Dibodohi Veronica Koman

Antonio Juao Silvester Bano Selasa, 04 Mei 2021 | 06:30 WIB

Soal KKB Papua Teroris, Denny Siregar: Jangan Mau Dibodohi Veronica Koman
ILUSTRASI Aparat mengejar KKB di Intan Jaya [Antara]

Pegiat Media Sosial Denny Siregar memberikan tanggapan soal pemerintah labeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris.

SuaraBekaci.id - Pegiat Media Sosial Denny Siregar memberikan tanggapan soal pemerintah labeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris.

Denny Siregar menyatakan bahwa label KKB teroris itu ditujukkan untuk organisasi yang terkait. Dia pun menyeret nama Veronica Koman yang diketahui lantang untuk mengkritik pelabelan teroris kepada KKB Papua.

Denny Siregar semula menjelaskan soal pelabelan teroris untuk JAD.

"Label teroris buat anggota JAD itu bukan representasi suku tertentu. JAD adalah organisasi teroris. Catat, organisasinya yang teroris," demikian cuitan Denny Siregar.

Baca Juga: OPM Dicap Teroris, Veronica Koman: Pemerintah Membakar Jembatan Damai

Selanjutnya, dia menyatakan bahwa yang dilabeli pemerintah yakni KKB sebagai oraganisasi.

Cuitan Denny Siregar soal Pemerintah labeli KKB Papua teroris.[Twitter/Dennysiregar7]
Cuitan Denny Siregar soal Pemerintah labeli KKB Papua teroris.[Twitter/Dennysiregar7]

"Label teroris kepada KKB Papua bukan representasi orang Papua. Itu organisasinya yg dilabeli. Jangan mau dibodohi VeronicaKoman dkknya..," ujar Denny Siregar pada cuitan yang sama.

Sebelumnya, Aktivis Hak Asasi Manusia Veronica Koman menilai pelabelan teroris yang disematkan pemerintah Indonesia kepada Organisasi Papua Merdeka/OPM adalah kesalahan besar. Veronica menyebut alih-alih membuka ruang dialog damai antara kedua pihak yang selama ini berseteru, pemerintah justru membuka jalur perang.

"Indonesia baru saja menyatakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai organisasi teroris. Indonesia baru saja membakar jembatan menuju resolusi damai. Bayangkan meningkatnya konflik bersenjata dan pelanggaran hak asasi manusia," kata Veronica melalui twitternya @VeronicaKoman, Senin (3/5/2021).

Dia menyebut selama ini, konflik bersenjata antara TNI-Polri dan OPM telah mengorbankan ribuan warga sipil Papua yang terpaksa mengungsi, terlantar, hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Politisi Partai Demokrat Sebut Harga Jasa Buzzer Bisa Tembus Rp800 Miliar!

"OPM itu sudah menjelma jadi ruh dan ideologi, bukan sekadar organisasi. Meng-Indonesia-kan Papua kini jadi makin mustahil," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait