facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Marzuki Alie Ungkap Mahar Politik dan Pungutan Rutin ke Daerah

Antonio Juao Silvester Bano Selasa, 23 Maret 2021 | 13:10 WIB

Marzuki Alie Ungkap Mahar Politik dan Pungutan Rutin ke Daerah
Marzuki Alie soal demokrat di tayangan Refly Harun (YouTube).

"Karena apa, tidak mungkin gaji anggota dewan mampu menutupi perjuangan di daerah," kata Marzuki Alie.

SuaraBekaci.id - Mantan Ketua DPR Marzuki Alie mengungkap adanya mahar politik dan pungutan rutin partai. Pria yang dinobatkan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang ini mengungkapkan hal tersebut melaui kanal YouTube Bang MA Official.

Pria yang dipecat dari Partai Demokrat ini mengungkap, bahwa selama ini terdapat mahar politik dan pungutan rutin kepada partai di derah. Pungutan tersebut, kata dia, dikumpulkan melalui fraksi, ke pengurus partai dan dilanjutkan ke Jakarta.

"Para kader yang saya hormati, saya ingin menyampaikan adanya mahar politik kepada kader, adanya pungutan-pungutan rutin kepada daerah melalui fraksi, partai lalu ke Jakarta," kata Marzuki Alie dikutip dari tayangan kanal YouTube Bang MA Official, Selasa (23/3/2012).

Dia mengatakan, hal tersebut akan melahirkan kader partai yang menjabat sebagai anggota legislatif melakukan tindakan korupsi.

Baca Juga: Jubir Kubu Moeldoko: DPP Pimpinan AHY dan Majelis Tinggi SBY Sudah Tak Ada

"Karena apa, tidak mungkin gaji anggota dewan mampu menutupi perjuangan di daerah," kata Marzuki Alie.

Dia meyatakan, kontestasi yang sebenarnya berada di akar rumput yang dilakukan para ketua dan pengurus partai tingkat daerah.

"Harusnya energi itu yang ditambahkan kepada daerah. Orang pusat lah yang seharusnya memberikan energi itu kepada daerah, agar membangkitkan semangat, meningkatkan motivasi untuk memenangkan partai pada kontestasi yang akan datang," tuturnya.

"Tetapi manakala energi ini diserap ke atas. Ketidakmampun dan semakin lama semakin lama tentu ada usaha lain untuk menutupi itu. Itu lah biang keladi munculnya koruptor," sambung Marzuki Alie.

Baca Juga: Berkas KLB Partai Demokrat Harus Dilengkapi, Yasonna: Kami Sudah Teliti

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait