facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

25 Hari Kebanjiran, Warga Muaragembong Tak Bisa Kemana-mana Tanpa Sampan

Antonio Juao Silvester Bano Kamis, 25 Februari 2021 | 19:39 WIB

25 Hari Kebanjiran, Warga Muaragembong Tak Bisa Kemana-mana Tanpa Sampan
Kondisi banjir yang merendam wilayah Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong, Kabupaten Bekasi.[Antara]

"Banjirnya sudah 25 hari, mau kemana-mana susah pak dan harus pakai perahu," kata warga Desa Pantai Harapan Jaya, Jamil (48).

SuaraBekaci.id - Warga Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi kebanjiran selama 25 hari. Aktivitas warga terganggu karena harus menggunakan sampan untuk pergi ke tempat lain.

Banjir masih mengepung Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Sehingga memaksa warga menggunakan sampan untuk beraktivitas.

"Banjirnya sudah 25 hari, mau kemana-mana susah pak dan harus pakai perahu. Kalau yang punya pakai perahu kalau yang tidak ya susah pak karena kalau ke sana itu banjirnya sampai sepinggang," kata warga Desa Pantai Harapan Jaya setempat Jamil (48) dilansir dari Antara, Kamis (25/2/2021).

Jamil mengatkan banjir disebabkan karena intensitat curah hujan yang tinggi serta meluapnya Kali Ciherang.

Baca Juga: Warga Cikarang Timur Mulai Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

Selain itu tidak ada tanggul atau turap di sepanjang daerah aliran sungai membuat air mudah meluap saat debit tinggi.

Seorang warga tengah menggunakan sampan untuk beraktivtitas di tengah banjir yang merendam wilayah Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong, Kabupaten Bekasi.[Antara]
Seorang warga tengah menggunakan sampan untuk beraktivtitas di tengah banjir yang merendam wilayah Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong, Kabupaten Bekasi.[Antara]

"Di ujungnya terjadi pendangkalan sungai, aliran air terhambat jadi susah surutnya. Di sini banjir tingginya sampai tujuh puluh sentimeter," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Pantai Harapan Jaya Deden Denas Febriansyah mengatakan, banjir menyebabkan sebanyak 2.000 warga di wilayahnya terdampak. Pihaknya berharap ada program penanggulangan banjir jangka panjang dari pemerintah.

"Kita maunya pemerintah pusat melakukan penanganan jangka panjang, mari kita duduk bersama mencari solusinya agar tidak terjadi banjir lagi setiap musim hujan tiba," katanya.

Kondisi serupa terpantau di Desa Jaya Sakti dan Desa Pantai Bahagia yang juga berada di wilayah Kecamatan Muaragembong.

Baca Juga: Pantai Harapan Jaya Muaragembong Masih Dikepung Banjir, Hampir Sebulan

Di Pantai Bahagia, selain aktivitas pasang laut, banjir juga disebabkan tanggul Sungai Citarum jebol yang tak kunjung diperbaiki meski sudah kondisinya kritis sebelumnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait