Lagi Kontroversi, Ferdinand Pamer Penghargaan Seminar Buzzer Politik

Ferdinand mengklaim ikut seminar itu bersama Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 12 Februari 2021 | 09:48 WIB
Lagi Kontroversi, Ferdinand Pamer Penghargaan Seminar Buzzer Politik
Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean pamer dapat penghargaan seminar Buzzer Politik.

SuaraBekaci.id - Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean dapat penghargaan seminar Buzzer Politik. Istilah Buzzer lagi jadi kontriversi, sebenarnya sudah kesedian kali.

Sertifikat Buzzer Politik itu didapatkan dari LSPI 12 Oktober 2018 lalu. Ferdinand mengklaim ikut seminar itu bersama Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko.

"Jadi ingat 2018 lalu bersama bang @budimandjatmiko jadi narasumber di acara ini," kata Ferdinand di akun twitternya, Jumat (12/2/2021).

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengusulkan perubahan pasal-pasal karet dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga:Buzzer Disebut Tak Kejar Substansi Kritikan, Tapi Bunuh Karakter Orang

Hidayat Nur Wahid meminta hal itu menanggapi sebuah berita berjudul "Sejuwo Tejo: Jika Pak Jokowi Ingin Warga Kritik, Tertibkan Buzzer Penumpang Gelap".

Hdayat Nur Wahid mengatakan, kritik seharusnya menjadi vitamin bagi pemerintah.

Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean pamer dapat penghargaan seminar Buzzer Politik.
Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean pamer dapat penghargaan seminar Buzzer Politik.

"Dalam tradisi Demokrasi, kritik mestinya jadi vitamin," cuit Hidayat Nur Wahid melalui akun @hnurwahid dikutip Suara.com, Rabu (10/2/2021).

Dia mengatakan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan Pemerintah jika ingin warga berperan aktif memberikan kritik

"Kalau Presiden serius, selain menertibkan buzzerrp penumpang gelap,baiknya pak @jokowi (pemerintah) juga usulkan ke DPR;perubahan pasal-pasal karet dalam UU ITE, yang membuat para pengkritik takut karena bisa ditangkap/dikriminalisasi," katanya.

Baca Juga:Soal Buzzer Pemerintah, Teddy Gusnaidi: Penuding Tak Bisa Buktikan Itu Ada

Kontroversi penertiban buzzer ini pun terus bergulir. Ini juga dikomentari Dosen Komunikasi UI, Ade Armando. Ade Armando, dalam sebuah kesempatan mengungkapkan bahwa pemerintah Joko Widodo (Jokowi) tak otoriter seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini