facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Siswa Nonmuslim Dipaksa Berhijab

Antonio Juao Silvester Bano | Aprilo Ade Wismoyo Jum'at, 22 Januari 2021 | 23:43 WIB

Viral Siswa Nonmuslim Dipaksa Berhijab
Siswi nonmuslim dipaksa pakai jilbab

Orang tua murid berdebat dengan guru di sekolah anaknya gegara anaknya diwajibkan menggunakan jilbab.

SuaraBekaci.id - Orang tua murid berdebat dengan guru di sekolah anaknya. Dia berdebat karena anaknya diwajibkan menggunakan jilbab meskipun dia bukan beragama Islam.

Peristiwa orang tua debat dengan guru itu terjadi di salah satu sekolah negeri di Padang, Sumatera Barat.

Orang tua itu terlihat keberatan dengan kewajiban yang dibebankan pada muridnya. Muridnya diwajibkan untuk berjilbab di sekolah tersebut.

Video tersebut dibagikan akun Facebook Elianu Hia. Akun facebook itu menyebut ia sedang memperjuangkan nasib anaknya terkait kewajiban mengenakan jilbab bagi murid perempuan.

Baca Juga: Mencekam! Niat Antar Makanan, Warga Pendatang Dihujani Panah Suku Togutil

"Lagi di sekolah smk negri * padang,,saya di panggil karna anak saya tidak pakai jilbab,,kita tunggu aja hasil akhirnya,,saya mohon didoakan ya," tulis Elianu.

Dalam video tersebut, Elianu tampak berdebat dengan salah satu guru. Ia menyayangkan peraturan tersebut dan mengaku keberatan jika anaknya harus mengenakan jilbab selama bersekolah. 

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," demikian ucap Elianu.

Pihak sekolah pun bersikeras bahwa peraturan itu sudah disepakati sejak awal siswa masuk ke sekolah itu. Para guru mengaku tak bisa mebiarkan salah satu siswa melanggar aturan itu.

"Ini tentunya menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.

Baca Juga: Bikin Haru! Aksi Wanita Rawat Lansia Sakit yang Naik Pesawat Sendiri

Elianu juga sempat mempertanyakan dari mana peraturan itu berasal. Ia mengaku tak pernah mendengar peraturan itu baik dari dinas terkait, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait