alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Klarifikasi Raffi Ahmad soal Dugaan Pelanggaran Prokes

Antonio Juao Silvester Bano Kamis, 14 Januari 2021 | 15:22 WIB

Polisi Klarifikasi Raffi Ahmad soal Dugaan Pelanggaran Prokes
Artis Raffi Ahmad mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). [Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden]

Polisi klarifikasi Raffi Ahmad soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

SuaraBekaci.id - Pihak kepolisian melakukan klarifikasi kepada Artis Raffi Ahmad atas dugaan pelangaran protokol kesehatan. Hal ini menyusul tersebarnya foto Raffi Ahmad bersama sejumlah artis yang sedang berada di sebuah pesta.

Raffi Ahmad diklarifikasi soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan penyidik oleh Polsek Mampang.

“Benar, saat ini bersama Satpol PP, Babinsa sedang konfirmasi,” ujar Kapolsek Mampang Kompol Sujarwo dilansir dari Antara, Kamis (14/1/2021).

Dia mengatakan pihaknya bersama tiga pilar menelusuri lokasi wilayah acara pesta yang dihadiri Raffi Ahmad, untuk mengklarifikasi berita yang menjadi perhatian masyarakat itu.

“Nanti diinfokan kembali,” ujar dia.

Sebelumnya Raffi Ahmad adalah salah satu selebritis yang berkesempatan mendapatkan vaksin COVID-19 perdana bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

Keberadaan Raffi dalam sebuah acara pesta pada Rabu malam diketahui dari unggahan Instagram story di akun @anyageraldine dan akun pribadinya @raffinagita1717.

Dalam unggahan tersebut, Raffi berkumpul bersama istrinya Nagita Slavina, Anya Geraldine, Gading Marten, dan Sean Gelael tanpa menggunakann masker dan tidak menjaga jarak.

Jika benar melanggar protokol kesehatan, Raffi terancam Pasal 93 UU Karantina Kesehatan No 6/2018:

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)."(Antara)

Komentar

Berita Terkait