Black Box Sriwijaya Air Ditemukan Dibawa ke JICT II

Black box dibawa ke JICT II menggunakan searider.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 12 Januari 2021 | 17:00 WIB
Black Box Sriwijaya Air Ditemukan Dibawa ke JICT II
Black box sriwijaya air ditemukan (Antara)

4. Lokasi black box dapat dilacak di dasar lautan berkat komponen pelacakan khusus

Setiap perekam data penerbangan berisi alat yang disebut suar lokasi bawah air (ULB).

Hal ini memungkinkan penyelidik untuk menemukan perangkat jika sebuah pesawat menabrak badan air.

Setelah berada di bawah air, perangkat akan mengirimkan sinyal akustik yang dapat dideteksi oleh pencari dengan penerima khusus.

Baca Juga:Sriwijaya Air Telah Berangkatkan 14 Orang Keluarga Korban ke Jakarta

Meski begitu, menemukan FDR dan CVR dari pesawat yang jatuh ke lautan masih bisa menjadi hal yang rumit. Agar dapat diterima, seseorang harus berada dalam jarak 15 mil dari suar.

Selain itu, masa pakai baterai hanya bertahan selama 30 hari setelah terendam.

5. Memiliki ketahanan luar biasa

Semua peralatan FDR menjalani tes ekstensif sebelum ditempatkan di pesawat terbang, hanya untuk memastikan perangkat dapat menahan tekanan saat terjadi kecelakaan.

Biro Keamanan Transportasi Australia melaporkan bahwa FDR dapat menahan suhu jika terjadi kebakaran hingga 1.100 derajat Celcius dan kekuatan tekanan secara konstan hingga sebesar 2.267 kilogram selama lima menit.

Baca Juga:Hari Ketiga, Tim Gabungan Temukan Potongan Tubuh dan Serpihan Pesawat

Selain itu, perangkat juga dapat menahan tekanan air di kedalaman hingga 6.000 meter. (Antara)

REKOMENDASI

News

Terkini