- Amanda Andono melaporkan penanggung jawab acara ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026) atas dugaan pengeroyokan.
- Insiden dipicu teguran korban terhadap panitia acara pada Minggu (4/10/2026) dini hari karena suara petasan mengganggu anaknya.
- Akibat kejadian itu, korban bersama anaknya mengalami penganiayaan fisik serta intimidasi dan langsung melakukan visum di RS Polri.
SuaraBekaci.id - Seorang warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Amanda Andono, melaporkan penanggung jawab sebuah acara ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengeroyokan dan perbuatan tidak menyenangkan yang menimpa dirinya serta anak di bawah umur.
Dugaan penganiayaan itu didapatkan setelah Amanda menegur penyelenggara acara karena suara petasan yang dinilai mengganggu warga pada Minggu (4/10) dini hari.
"Kedatangan saya hari ini ke Polda untuk melaporkan apa yang terjadi pada 4 Oktober. Laporan sudah diterima dan setelah ini saya bersama anak saya langsung ke RS Polri untuk melakukan visum," kata Amanda saat ditemui usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda, Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.
Amanda menjelaskan insiden bermula saat ia mendatangi lokasi acara yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya untuk menegur panitia.
Hal itu dipicu oleh suara ledakan petasan kembang api yang berlangsung lebih dari sepuluh menit pada pukul 00.30 WIB, sehingga menyebabkan anaknya yang sedang tidur terkejut, panik, hingga mengalami kejang.
Setibanya di lokasi, Amanda justru mendapat penolakan dan perlakuan intimidatif dari sekelompok pria dewasa yang mayoritas bukan warga setempat.
Ia mengaku diinterogasi terkait agama dan status kependudukannya di lingkungan tersebut.
"Saya ditahan, diludahi, disembur mukanya, dan disuruh pulang. Saya didorong dan ditarik sampai jatuh ke selokan, bahkan ditarik sampai pakaian dalam saya putus," ungkapnya.
Anak laki-lakinya yang baru berusia 15 tahun, Bhadra Maheswara, juga turut menjadi korban penyerangan karena berusaha melindungi sang ibu saat massa mulai menunjukkan gestur kekerasan fisik.
Baca Juga: Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
Terkait barang bukti, Amanda menyatakan telah menyiapkan sejumlah pakaian yang ia kenakan saat kejadian untuk diserahkan kepada penyidik.
Mengingat ia tidak mengenal para pelaku secara spesifik, ia memfokuskan laporannya kepada penanggung jawab penyelenggara acara tersebut.
Sebelum menempuh jalur hukum, Amanda menyebut telah melalui dua kali proses mediasi pada hari yang sama.
Mediasi pertama dihadiri oleh perwakilan Rukun Warga (RW) dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), disusul mediasi kedua pada malam hari oleh Lurah Pondok Pinang, Dina.
Namun, ia menegaskan hasil mediasi tersebut tidak memuaskan bagi dirinya dan sejumlah warga lain yang turut menjadi korban kebisingan.
Dalam pelaporannya, Amanda juga berkoordinasi untuk mendapatkan pendampingan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta telah menerima arahan dari Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet