Muhammad Yunus
Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi: Tabung gas LPG [Suara.com/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Kebocoran gas memicu ledakan di Cikarang Utara pada Sabtu, 29 Agustus, melukai enam orang sekeluarga.
  • Dua korban dari satu keluarga meninggal dunia di rumah sakit akibat luka bakar sangat parah.
  • Empat korban luka lainnya masih menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda di Bekasi.

SuaraBekaci.id - Insiden ledakan diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan enam orang dalam satu keluarga menjadi korban dengan kondisi luka bakar.

Dari enam korban tersebut, dua di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya yakni Deni Setiawan (36) dan anaknya Raihan Alfarizky (7).

Keluarga korban, Tami (55) di lokasi kejadian, mengatakan peristiwa bermula saat ibu korban yang bernama Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi. Pada saat itu, diduga terjadi kebocoran gas.

"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," katanya, Sabtu (29/8).

Menurut dia tak lama setelah meminta bantuan, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Ia yang tinggal di sebelah rumah korban mendengar suara ledakan tersebut. "Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ujarnya.

Bagian dapur kediaman korban yang menjadi titik kejadian ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026) [Suara.com/ANTARA]

Tami menyebut terdapat enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian setelah didatangi anak korban yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.

"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," ujarnya.

Dirinya mengatakan enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.

Baca Juga: Pelaku Utama Kasus Penyekapan di Cikarang Ditangkap

Menurut ia kebakaran diduga terjadi ketika ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas disebut mengalami kebocoran. Saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung, api diduga muncul sehingga menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.

"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.

Suta mengatakan dua korban yang meninggal mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. "Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.

Sementara empat korban lain masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya Enah yang sedang dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

Kemudian Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat karena mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.

Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15) menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Load More