- Polres Metro Jakarta Timur meminta korban dugaan penipuan jasa penyelenggara pernikahan di Cakung segera membuat laporan resmi.
- Dugaan penipuan mencuat setelah video pesta pernikahan di Bekasi viral karena minim dekorasi dan tidak tersedia konsumsi.
- Pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi para korban untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.
SuaraBekaci.id - Polres Metro Jakarta Timur meminta para korban dugaan penipuan oleh penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) membuat laporan kepolisian.
Calon pengantin yang menjadi korban dugaan penipuan WO tersebut tidak bisa menggelar pesta pernikahan di Bekasi sesuai yang dijanjikan.
"Silakan lapor, calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Bayu Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (24/5).
Bayu menyebut pihaknya siap menerima laporan dari calon pengantin maupun pihak lain yang merasa dirugikan atas dugaan penipuan tersebut.
Hal itu disampaikan menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi resepsi pernikahan di salah satu gedung di Bekasi berlangsung secara sederhana tanpa dekorasi dan konsumsi yang semestinya disiapkan pihak WO.
Menurut Bayu, lokasi gudang atau kantor WO yang diduga melakukan penipuan tersebut berada di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Oleh karena itu, Polres Metro Jakarta Timur siap menangani laporan apabila para korban resmi membuat pengaduan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Bayu juga membenarkan bahwa pada Sabtu (23/5), sudah ada warga yang mendatangi Polres Metro Jakarta Timur untuk berkonsultasi terkait dugaan penipuan oleh WO tersebut.
Namun, polisi masih menunggu kepastian status hukum pihak yang datang melapor.
Baca Juga: Merasa Difitnah, Plt Bupati Bekasi Laporkan Akun TikTok 'Bekasi Masih Kusut' ke Polisi
"Yang datang kemarin itu orang yang pesta pernikahannya belum sesuai jadwal perjanjian. Jadi belum tahu apakah akan terlaksana atau tidak. Cuma klien yang datang kemarin itu belum bisa kita katakan sebagai korban," jelas Bayu.
Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @meislvy viral dan menuai perhatian publik.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa sepupunya menjadi korban dugaan penipuan WO di kawasan Bekasi.
Video yang diunggah memperlihatkan suasana resepsi yang jauh dari harapan keluarga pengantin.
Gedung pernikahan terlihat tanpa dekorasi sebagaimana umumnya pesta pernikahan.
Selain itu, makanan yang disebut telah dijanjikan pihak WO juga tidak tersedia di lokasi acara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!
-
Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI sebagai Motor Utama Penyaluran KUR Perumahan Program 3 Juta Rumah
-
Bekasi Salurkan 2,78 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
-
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir