- BPJS Kesehatan mencatat kenaikan signifikan kasus serta biaya pengobatan kanker payudara dan serviks dari 2021 hingga 2025.
- Sepanjang tahun 2025, sebanyak 79,5 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit tertentu.
- BPJS Kesehatan terus mengedukasi perempuan mengenai pentingnya deteksi dini guna menjaga kualitas hidup dan kesehatan keluarga masyarakat.
SuaraBekaci.id - Data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu, dari 1.080.031 kasus pada tahun 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, seiring dengan kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.
"Peningkatan ini menegaskan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang sangat signifikan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah di Jakarta, Rabu (22/4).
Sepanjang 2025, katanya, tercatat sebanyak 79,5 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan.
Dari jumlah tersebut, 34,6 juta atau 43,6 persen peserta teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu.
Ada 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks dan 1 juta peserta berisiko kanker payudara, dua penyakit yang banyak dialami perempuan dan membutuhkan deteksi dini.
Tren serupa, katanya, juga terlihat pada pelayanan kanker serviks, dengan jumlah kasus yang meningkat dari 278.760 kasus pada 2021 menjadi 452.522 kasus pada 2025.
Sejalan dengan peningkatan kasus, biaya terverifikasi juga meningkat dari Rp410,34 miliar pada 2021 menjadi Rp723,74 miliar pada 2025.
Memperingati Hari Kartini, pihaknya mengajak perempuan Indonesia untuk lebih peduli pada kesehatan dengan memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit hingga persalinan, sebagai bentuk nyata keberdayaan perempuan masa kini.
Rizzky mengatakan di balik keseharian perempuan yang mengurus keluarga, bekerja, dan menjalankan berbagai peran, sering kali kesehatan diri sendiri justru terabaikan.
Baca Juga: Gelar Kampanye Akbar, Heri Koswara-Sholihin Janjikan Kenaikan Honor TKK hingga BPJS Gratis
Oleh karena itu, deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup perempuan.
Pihaknya pun terus melakukan upaya edukasi dan mendorong perempuan untuk melakukan skrining agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal.
"Hasilnya terlihat pada tahun 2025, dimana capaian skrining mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesadaran peserta yang semakin baik terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” katanya.
Hasilnya cukup menggembirakan, lanjutnya, capaian skrining kesehatan perempuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Skrining kanker payudara mencatat 7.440 peserta pada 2024 dan meningkat tajam menjadi 30.159 peserta pada 2025.
Sementara itu skrining kanker serviks melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear periode 2021–2025 telah menjangkau 1.579.810 peserta, terdiri dari 770.672 peserta IVA dan 809.138 peserta Pap Smear.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon