SuaraBekaci.id - Spanduk berisikan dukungan untuk Kaesang Pangarep maju menjadi calon Wali Kota Bekasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang bertebaran di Kota Bekasi.
Spanduk bertuliskan ‘Kami Mendukung Kaesang Jadi Wali Kota Bekasi’ itu sebelumnya terpampang di Jalan Chairil Anwar dan Jalan Insinyur H. Juanda, Kota Bekasi.
Spanduk tersebut pun mendapat respon dari sejumlah warga Bekasi, salah satunya Wahyu (27) yang mengaku keberatan dengan isi spanduk tersebut.
Baca juga:
“Gak banget (Kaesang jadi Wali Kota Bekasi), Bekasi Kota itu ada berkat tumpah darah para pahlawan bukan dari sang Bapak yg mengulurkan tangan,” kata Wahyu kepada SuaraBekaci.id, Kamis (4/4/2024).
Meski Wahyu mengakui, bahwa dirinya sebagai pemuda pun juga menginginkan sosok pemimpin muda untuk memimpin Kota Bekasi. Namun menurutnya, Kaesang belum cukup memiliki kapabilitas soal dunia politik apalagi untuk memimpin suatu daerah.
“Butuh banyak waktu buat Kaesang menjadi calon Wali Kota. Kalau dari kacamata saya, Kaesang perlu lah sekolah lagi 4 tahun, lalu ikut organisasi semacam partai politik, ikut-ikut diklat gitu loh, biar gak cengeng nantinya,” ucapnya.
Selain itu, menurut Wahyu jika Kaesang betul-betul maju dalam Pilkada 2024, itu artinya isu dinasti politik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin menguat.
Baca juga:
Baca Juga: Pembunuh Prajurit TNI di Bekasi Ditangkap: Korban Diteriaki Begal oleh Pelaku
Sebab sebelum Kaesang, sejumlah anak Jokowi lainnya seperti Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby Nasution juga sudah menjajakan kakinya lebih dulu menjadi kepala daerah, saat Presiden RI ke 7 itu masih menjabat.
“Saya mencium politik dinasti sedang dibangun yang entah apa tujuannya,” tutur Wahyu.
Menurut Wahyu, Kaesang sebelumnya disebut sebagai pengusaha sukses, maka akan lebih baik jika dia melebarkan sayapnya dalam dunia usaha.
“Toh sebelumnya dia kan pengusaha sukses tuh, ya kenapa gak dilanjutin aja usahanya kok malah jadi politisi,” imbuhnya.
Selain Wahyu, warga Bekasi lainnya yang ikut berkomentar adalah Rini (25). Rini megaku kaget saat mengetahui adanya spanduk berisikan dukungan untuk putra sulung Jokowi itu maju menjadi calon Wali Kota Bekasi.
Senada dengan Wahyu, Rini juga mengaku kurang setuju jika Kaesang maju menjadi calon Wali Kota Bekasi. Menurutnya, gelar pengusaha sudah melekat di tubuh suami Erina Gudono itu dan akan lebih baik jika Kaesang terus melanjutkan karir di dunia usaha.
Berita Terkait
-
Pembunuh Prajurit TNI di Bekasi Ditangkap: Korban Diteriaki Begal oleh Pelaku
-
Rahasia Jasa Tukar Uang Jelang Lebaran di Kalimalang: Semua Satu Bos dari Mangga Besar
-
Sepekan Terakhir Jelang Lebaran 2024, Terminal Bekasi Lengang? Hal Ini Jadi Penyebabnya
-
Geliat Terminal Bekasi Jelang Mudik Lebaran 2024, Pemudik Pilih Berangkat Jauh-jauh Hari
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan Hari ke-22 Selasa 2 April 2024 untuk Wilayah Bekasi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi bagi Ekonomi Nasional
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!
-
Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI sebagai Motor Utama Penyaluran KUR Perumahan Program 3 Juta Rumah