SuaraBekaci.id - Aditya pemilik event organizer (EO) Jogja Holiday Centre (JHC) yang kini menjadi tersangka atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana study tour MAN 1 Kota Bekasi.
Pelaku ternyata punya akal bulus hingga mengelabui pihak sekolah dengan mengaku sebagai alumni.
Ketua Panitia Study Tour MAN 1 Kota Bekasi, Siti Badriyah membenarkan hal tersebut. Pengakuan tersangka yang mengaku jadi alumni, menjadi salah satu alasan pihak sekolah mempercayai EO tersebut.
“Pertama itu katanya (tersangka) alumni MAN,” kata Siti Badriyah, Selasa (13/6).
Siti mengatakan, tersangka mengaku pernah sekolah di MAN 1 Kota Bekasi selama 1 tahun. Pengakuan itu, mulanya memang tidak divalidasi kebenarannya oleh pihak sekolah.
“Kita waktu itu gak ngecek. (Pihak sekolah bertanya) emang bener mas Adit, alumni MAN 1? ‘setahun bu’ kata dia begitu,” ucap Siti.
Namun, saat ini setelah ditelusur ternyata pengakuan tersebut tidak benar. Badriyah mengatakan, bahwa tersangka hanya mengaku-ngaku jadi alumni MAN 1 Kota Bekasi.
“Ternyata engga. Hanya ngaku saja,” ujarnya.
Sebelumnya, pemilik event organizer (EO) Jogja Holiday Centre (JHC), Aditya, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan study tour MAN 1 Kota Bekasi.
Baca Juga: Terkuak! EO yang Bikin Study Tour MAN 1 Bekasi Gagal Sudah Berdiri 7 Tahun tapi Tak Punya Izin
“Dijerat pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan,” kata Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Arwan, Senin (12/6).
Arwan menjelaskan, mulanya pemilik EO mendatangi pihak MAN 1 Kota Bekasi membawa brosur terkait tujuan acara study tour ke Yogyakarta.
Setelah dirapati, alhasil disepakati bahwa study tour MAN 1 Kota Bekasi bakal berangkat pada 29 Mei 2023 menggunakan jasa EO JHC. Pihak sekolah pun telah menyetorkan uang sejumlah Rp474.500.000 ke EO JHC.
Menjelang hari keberangkatan pihak EO membatalkan kegiatan secara sepihak dan meminta acara diundur hingga tanggal 8 Juni 2023. Namun, pada saat itu keberangkatan ke Jogja pun gagal kembali.
“Adanya itu (gagal berangkat) terjadi keramaian di sekolah. Setelah itu pihak yang berwajib datang mengamankan situasi, selanjutnya pada tanggal 9 (Juni 2023) dari pihak panitia sekolah melaporkan kasus tersebut penipuan dan penggelapan,” jelas Arwan.
Kontributor: Mae Harsa
Berita Terkait
-
Terkuak! EO yang Bikin Study Tour MAN 1 Bekasi Gagal Sudah Berdiri 7 Tahun tapi Tak Punya Izin
-
Kasus MAN 1 Bekasi Gagal Study Tour, Pemilik EO Jadi Tersangka: Pakai Uang untuk Bayar Utang
-
Viral! Ratusan Siswa MAN 1 Bekasi Kena Tipu EO Study Tour hingga Rp474 Juta
-
Orang Tua Kecewa, Kronologi Siswa MAN 1 Bekasi Gagal Study Tour ke Yogyakarta
-
Gagal Study Tour Gegara Ulah EO, Orang Tua Siswa MAN 1 Bekasi Sebut Psikis Anak Keganggu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi