Seperti dirasakan Ketua Kelompok Tani Benda Jaya, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Niman (56) yang mengaku khawatir lahan sawah seluas 10,8 hektar yang ia kelola bersama seorang rekannya dilanda kekeringan akibat cuaca panas.
Terlebih sebelumnya pada tahun 2017, ia mengatakan sempat mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem.
“Kalau cuaca panas takut kekeringan, tapi kalau kita masih bisa ngambil (air) dari bawah ya masih bisa bertahan,” kata Niman saat ditemuai SuaraBekaci beberapa waktu lalu.
Niman mengatakan saat memasuki musim kemarau peran pemerintah untuk mendukung ketersediaan mesin pompa air sangat dibutuhkan, guna mengantisipasi apabila terjadi kekeringan.
“Punya (mesin pompa air) tapi tahun tua,” ucapnya.
Kendati demikian, hingga saat ini Niman menyebut belum menemukan masalah yang mengganggu lahan taninya. Kondisi air juga masih normal.
“Kalau ada kekeringan kita dari bawah, sedot ada pantekan. Kalau sekarang, belum (sedot) masih melalui saluran, masih bertahan masih cukup,” ujarnya.
Menurutnya, hal terpenting yang harus diperhatikan petani saat musim kemarau ialah dengan memperhatikan pemilihan jenis obat untuk padi.
“Musim kemarau begini jenis padinya jangan yang panas-panas, harus yang adem-adem. Kalau musim hujan baru kita pakai obat yang banyak perekatnya,” jelasnya.
Baca Juga: Mana yang Lebih Baik saat Cuaca Panas Ekstrem, Sunscreen atau Sunblock ?
Kontributor: Mae Harsa
Berita Terkait
-
Mana yang Lebih Baik saat Cuaca Panas Ekstrem, Sunscreen atau Sunblock ?
-
Efek Buruk Minum Air Dingin saat Cuaca Panas Ekstrem
-
Memang Enak Sih, Tapi Ini 4 Efek Buruk Minum Air Dingin saat Cuaca Panas Ekstrem!
-
5 Cara Mengatasi Gerah saat Cuaca Panas, Apa Saja?
-
Cuaca Panas Ekstrem Bisa Memicu Kebakaran Mobil?
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK