SuaraBekaci.id - Sebagian besar perempuan di belahan dunia lain memiliki keterbatasan untuk bisa menonton laga sepak bola di dalam stadion.
Berlandaskan prinsip-prinsip yang tak bisa di tentang, suporter perempuan ini hanya bisa menonton laga sepakbola melalui layar kaca. Hal ini yang dialami suporter perempuan di daerah yang banyak disebut orang sebagai 'neraka dunia', jalur Gaza, Palestina.
Pihak otoritas Gaza seperti dilaporkan thenational.ae pada 2018 menerapkan aturan keras untuk para perempuan datang langsung ke stadion.
Hamas yang menguasai wilayah Gaza ini meminta sejumlah klub sepak bola di sana untuk tidak mengizinkan para suporter ini masuk ke stadion.
Banyak faktor yang membuat para wanita tak mendapat izin menonton langsung ke stadion, salah satunya tentu saja masalah keamanan.
Agresi Isreal di wilayah tersebut yang tak mengenal waktu bisa menjadi marabahaya untuk mereka. Selain tentu saja prinsip-prinsip yang memang tak bisa ditawar-tawar soal munculnya perempuan di hadapan publik.
Meski begitu hal tersebut tak membuat sejumlah perempuan di Palestina patah arang. Sejumlah perempuan nekat datang meski hanya bisa memberikan dukungan di luar pagar stadion.
Hal ini pernah terjadi saat laga Al Nuseirat vs Al Jalaa pada 2018 lalu. Sejumlah perempuan yang masih jadi keluarga para pemain Al Nuseirat datang memberi dukungan di luar pagar stadion.
"Kami datang ke sini untuk memberikan dukungan untuk tim Nuseirat. Sayangnya kami harus dicegah oleh para aparat keamaan yang tak mengizinkan masuk ke dalam stadion," kata Ayat Othman, salah satu wanita yang hadir di laga tersebut.
Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi Hari Perempuan Internasional di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Istana Ditutup
Keinginan para suporter perempuan datang langsung ke stadion untuk memberikan dukungan sebenarnya juga sudah disuarakan oleh sejumlah pesepak bola di Gaza yang menginginkan dapat dukungan langsung dari ibu, istri atau kerabat wanitanya.
Sejumlah klub di Gaza sendiri tidak terlalu mempersoalkan soal kehadiran para suporter wanita ini.
"Kami tidak memiliki masalah dengan kehadiran mereka (suporter wanita) namun mereka juga harus memiliki batasan tersendiri seperti dipisahkan tempat duduknya dengan kaum pria," kata Farid Abu Yusuf, salah satu petinggi di klub Al Nuseirat.
Soal suporter perempuan datang langsung ke stadion memang sedikit jadi polemik di sejumlah negara Timur Tengah.
Arab Saudi sendiri seperti dikutip dari bbc.com pada awal Januari 2018 sudah mengizinkan suporter perempuan datang langsung ke stadion untuk menonton laga sepakbola.
Tag
Berita Terkait
-
BEM UI Gelar Aksi Hari Perempuan Internasional di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Istana Ditutup
-
Hari Perempuan Internasional: 5 Potret Menteri Perempuan Indonesia, Gaya Siapa Paling Kece?
-
Google Doodle Hari Ini Tampilkan Hari Perempuan Internasional
-
Rayakan Hari Perempuan Internasional, Ini 15 Link Twibbon Gratis Untuk Dibagikan ke Media Sosial Kalian!
-
Rayakan Hari Perempuan Internasional, Ini 7 Kegiatan Penuh Makna yang Bisa Kamu Lakukan
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia