SuaraBekaci.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam laporan hasil penyelidikan Tragedi Kanjuruhan menyebut bahwa sekjen PSSI, Yunus Nusi ialah sosok yang bertanggung jawab atas tewasnya 135 orang pada 1 Oktober 2022 pasca laga Arema vs Persebaya.
Menurut pihak Komnas HAM, keputusan untuk menentukan pertandingan berisiko tinggi berada di Sekjen PSSI yang saat ini dijabat Yunus Nusi.
"Satu memang tidak ditetapkannya pertandingan Arema FC versus Persebaya sebagai pertandingan berisiko tinggi. Kalau secara faktual pertandingan itu memang berisiko tinggi, makanya suporter cuma dari Arema saja," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengutip dari Suara.com
Dari regulasi PSSI, disebutkan bahwa kewenangan untuk menentukan suatu pertandingan resiko tinggi, ada di tangan Sekjen PSSI.
"Ini terutama ketika diambil keputusan oleh sekjen atau sekretaris umum. Kalau dalam bahasanya di instrumennya, bahasa di organisasi PSSI, dipangkunya sekjen tapi di instrumen nya dipanggilnya sekretaris umum," jelas Anam.
Menurut Anam, Yunus Nusi tidak menjalankan tugasnya dalam hal penentuan laga resiko tinggi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan antara Arema vs Persebaya.
Rekam Jejak Yunus Nusi
Yunus Nusi pada April 2020 ditunjuk oleh Ketum PSSI, Mochamad Iriawan sebagai plt Sekjen PSSI. Yunus yang semula ialah anggota Exco PSSI mengisi kekosongan Ratu Tisha yang mengundurkan diri.
Pada 13 April 2020, Ratu Tisha memutuskan untuk mundur sebagai Sekjen PSSI. Yunus Nusi satu tahun menjadi Plt Sekjen dan baru menjadi Sekjen pada 25 Mei 2021.
Baca Juga: Tanggapan Enteng Yunus Nusi Soal Shin Tae-yong Diincar Vietnam Bikin Publik Geram
Sepak bola bukan hal baru bagi Yunus Nusi. Selain pernah menjabat sebagai Exco PSSI, eks ketua KNPI Kaltim ini sempat juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kaltim pada 2013.
Pada 2011 saat kisruh PSSI, Yunus Nusi ialah bagian dari Kelompok 78 yang mendukung Arifin Panigoro dan George Toisutta sebagai Ketum PSSI.
Sebelum menjadi Ketua Asprov PSSI Kaltim 2013, Yunus Nusi juga memiliki posisi penting dengan mengemban tugas sebagai Direktur Bisnis Persisam Samarinda, cikal bakal klub Bali United.
Menariknya, pria lulusan Universitas Widya Gama Samarinda ini juga berkecimpung di olahraga lain yakni Taekwondo.
Yunus Nusi sempat emban tugas sebagai Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim tahun 2001-2009, juga pengurus KONI Kaltim tahun 2006-2014.
Rekam jejak ini yang akhirnya membuat Iwan Bule menunjuknya sebagai pengganti Ratu Tisha.
Berita Terkait
-
Tanggapan Enteng Yunus Nusi Soal Shin Tae-yong Diincar Vietnam Bikin Publik Geram
-
Komnas HAM: Sekjen PSSI Bertanggung Jawab dalam Tragedi Kanjuruhan
-
Diminta Iwan Bule Jangan Mundur dari Timnas Indonesia, Ini 3 Fakta Menarik Shin Tae-yong
-
Iwan Bule Ungkap Alasan Tetap Ikut Fun Football FIFA di Tengah Tragedi Kanjuruhan
-
Komnas HAM Nyatakan Tragedi Kanjuruhan Pelanggaran HAM
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum
-
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat