SuaraBekaci.id - Dedi Mulyadi turun ke lapangan untuk merespon keluhan warga terkait aliran sungai yang keruh akibat pencemaran galian C di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Anggota DPR RI itu bahkan rela berlumuran lumpur untuk mencari penyebab aliran sungai bisa menjadi keruh dan kotor.
"Saya turun ke lapangan langsung untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait aliran sungai yang kotor dan keruh akibat limbah galian C," kata Dedi, di Purwakarta, Minggu.
Pada awalnya Dedi mendapat laporan dari masyarakat melalui pesan WhatsApp yang menyebut aliran sungai yang keruh di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jabar keruh. Kondisi itu diduga akibat adanya galian C.
“Setelah ditelusuri ternyata itu disebabkan oleh limbah galian C yang berasal dari Desa Banggalamulya, Kecamatan Kalijati. Galiannya berizin, legal,” kata dia.
Dedi yang datang ke lokasi menemukan fakta jika hal tersebut berasal dari air bekas cucian mobil tambang. Seharusnya airnya mengalir ke bak penampungan.
Namun aliran air cucian yang kotor akibat membawa sisa-sisa tanah itu justru mengalir ke tempat lain, hingga ke sungai. Bak penampungannya tak berfungsi dengan baik, terhalangi oleh bangunan warung.
“Akhirnya saya meminta sebagian warung dibongkar untuk dibuat aliran drainase ke bak penampungan. Tadi langsung dikerjakan oleh alat berat,” katanya.
Saat alat berat membuat parit tiba-tiba terjadi insiden yang menyebabkan lumpur menyembur hingga mengenai tubuh Dedi. Alhasil baju dan topi putih yang dikenakannya kotor hingga akhirnya berlumuran lumpur.
Baca Juga: Neng Anne Pakai Mobil Berplat Nomor yang Tidak Terdaftar di Samsat saat Gugat Kang Dedi
Meski begitu, Dedi justru malah tersenyum dan terus melanjutkan aktivitasnya hingga saluran tersebut bisa tersambung ke bak penampungan.
Dengan begitu, sungai tak lagi tercemari oleh lumpur sisa air bekas pencucian mobil tambang.
“Sekarang sudah ada solusi dan saluran sudah dibetulkan. Sehingga lingkungan tidak akan tercemari kembali,” kata Dedi Mulyadi. [Antara]
Berita Terkait
-
92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan
-
Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem
-
Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029
-
Biomassa Jadi Bisnis Baru Desa, PLN EPI Bidik 100 Desa
-
Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi