SuaraBekaci.id - Elektabilitas Puan Maharani berdasarkan hasil survei Survey dan Polling Indonesia (SPIN) masih jauh tertinggal dibanding dengan sejumlah kandidat calon presiden (Capres) Pilpres 2024.
Berdasarkan hasil survei SPIN, nama Puan Maharani masih jauh tertinggal dibanding nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil.
Dari hasil survei SPIN, ketua DPR RI itu berada di posisi ketujuh, masih di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan skor 6,1 persen, Khofifah Indar Parawansa dengan skor 4,2 persen, Puan hanya mendapat 2,9 persen, setingkat di atas Muhaimin Iskandar.
Adapun dalam survei disebutkan bahwa jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) mencapai 4,4 persen.
Temuan hasil survei kepemimpinan nasional 2024 oleh SPIN itu dilakukan terhadap 1.230 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling).
Survei dengan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka langsung menggunakan kuesioner ini memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Terkait elektabilitas Puan Maharani yang masih melorot, salah satu netizen di laman Twitter memberikan masukan agar ketua DPP PDIP itu lebih dekat dengan Gen Z.
"Buat Ibu Puan Capres 2024 , suara gen Z juga perlu diperhitungkan , ibu mesti punya daya tarik bagi gen Z perbanyak konser kpop , fasilitasi dan dukung event jepang jepangan dan bangun opera musik gedung khusus berbagai konser musik jadi ga lagi GBK atau JIS," cuit akun @RanggaP01308107
Berdasarkan IndoStrategi Research and Consulting, pemilih pada Pilpres 2024 hampir 60 persen berasal dari generasi milenial dan generasi Z.
Baca Juga: Survei SPIN: Elektabilias Anies Baswedan Justru Turun Usai Deklarasi NasDem, Prabowo Tertinggi
Menurut Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam pemilih dari kalangan milenial dan generasi Z akan mendominasi pada pesta demokrasi 3 tahun mendatang.
Kalau melihat pemilihnya yang juga berasal dari kalangan anak muda, maka itu menjadi kesempatan besar bagi para tokoh-tokoh muda menyodorkan gagasan serta visi dan misinya.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebutkan, berdasarkan data pemilu 2019, terdapat 30 persen pemilih muda dari daftar pemilih tetap. Untuk pemilu 2024, anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyatakan pemilih muda dapat menembus 60 persen dari total suara pemilih.
Tag
Berita Terkait
-
Survei SPIN: Elektabilias Anies Baswedan Justru Turun Usai Deklarasi NasDem, Prabowo Tertinggi
-
Purbalingga Ekspor 20 Ton Lada Putih ke Jepang, Total 300 Ton Hingga 2024
-
Sinyal Ganjar Pranowo Nyapres Tak Langgar AD/ART, Mengapa PDIP Tetap Kasih Sanksi?
-
Ganjar Dinilai Tak Keluar dari Koridor Kader Taat PDIP, Ada Tukang Adu Domba?
-
Sudah Disentil PDIP, Ganjar Pranowo Tetap Tak Gentar soal Niat Nyapres: Semua Kader Mesti Siap!
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan