SuaraBekaci.id - Soliha remuk saat mendapati kenyatahaan pahit anaknya, Azqiara Anindita Nuha meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal akut.
Anaknya yang masih berusia tiga tahun hembuskan nafas terakhir pada Minggu 16 Oktober 2022 setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo.
Diceritakan Soliha, hal buruk yang tak pernah ia bayangkan itu terjadi berawal saat anaknya menderita panas, pilek dan batuk pada Kamis 6 Oktober 2022.
Mendapati anaknya flu dan batuk itu, Soliha kemudian memberikan obat sirop. Ada dua obat sirop yang diberikan, satu untuk meredakan panas, satu lagi untuk batuk.
"Panasnya saya kasih P*** biasa (sirop), terus pileknya saya itu kasih R*** (sirop),” kata Soliha mengutip dari Depoktoday--jaringan Suara.com
Setelah minum dua obat tersebut, kondisi balita Azqiara malah bertambah parah. Anak Soliha itu tak bisa buang air kecil dan muntah-muntah.
Pihak keluarga awalnya membawa balita Azqiara ke Rumah Sakit Bunda Aliyah Depokm namun kondisinya malah makin memburuk. Balita Aliyah pun dibawa ke RSCM.
Tiba di RSCM, pihak dokter mengatakan bahwa Azqiara didiagnosa mengalami gagal ginjal akut stadium tiga.
Menurut Soliha, apa yang dialami anaknya itu berlangsung sangat cepat. Dari stadium tiga langsung ke stadium enam.
Baca Juga: Pencemaran Zat Berbahaya pada Obat Sirop Diduga Terjadi saat Kontrol Kualitas
“Prosesnya itu cukup cepat, dari stadium tiga langsung ke stadium enam. Terus dokter bilang, ibu anak ibu dalam masa kritis, kalau nggak salah oksigen di bawah 40, saturasi oksigen itu harus buru-buru dipasang ventilator lagi,” jelas Soliha.
Hati Soliha remuk saat anaknya Azqiara Anindita Nuha pada Minggu 16 Oktober 2022 dinyatakan meninggal dunia.
“Dokter sebenarnya mau ada tindakan tapi masa kritisnya semakin memburuk, pendarahan jantung hebat, karena semuanya sudah terserang, dan hari Minggu jam 8 pagi dinyatakan sudah meninggal,” kata Soliha sambil menyeka air mata.
Dugaan Tindak Pidana Kasus Gagal Ginjal Akut
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Polri mengusut dugaan tindak pidana impor bahan obat sirop dalam kasus gagal ginjal akut yang dialami ratusan anak.
Menurut Muhadjir Effendy permintaan untuk Polri mengusut tuntas kasus ini merupakan kesepakatan hasil koordinasi dengan beberapa kementerian.
Berita Terkait
-
Pencemaran Zat Berbahaya pada Obat Sirop Diduga Terjadi saat Kontrol Kualitas
-
Sebelum Terlambat, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Gejala Ginjal Akut Seperti Ini
-
Pemkot Bandar Lampung Tanggung Biaya Pengobatan Anak Alami Gagal Ginjal Akut
-
Bayi Asal Depok yang Meninggal karena Gagal Ginjal Akut Sempat Minum Obat Sirop
-
Farmakolog UGM Minta Pelarangan Obat Sirop Tak Dipukul Rata, Ini Alasannya
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!