SuaraBekaci.id - Ruhut Sitompul kasih sindirin menohok yang ditujukan kepada penggugat ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Bambang Tri Mulyanto.
Menurut Ruhut, tindakan Bambang Tri Mulyanto kepada Presiden Jokowi ialah sebuah fitnah.
Lewat akun Twitter pribadinya, Ruhut kemudian menyebut bahwa fitnah tersebut malah membuat rakyat Indonesia makin mencintai Presiden Jokowi.
“Pak Joko Widodo Presiden RI kok difitnah, yang ada Rakyat Indonesia makin mencintai Pak Jokowi,” tulis Ruhut seperti dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com
Pada cuitannya itu, Ruhut juga menautkan video yang menampakkan suasana persidangan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).
Dalam video, tampak seseorang dalam sidang meneriakkan keluhannya karena Jokowi yang tidak hadir dalam persidangan.
Seorang pria yang nampak mengenakan peci ini, menuturkan Jokowi mestinya tidak perlu menjawab tudingan melalui Rektor UGM dan foto bersama alumni UGM. Menurutnya, Jokowi hanya perlu datang ke persidangan.
Video itu lalu dikomentari dengan cuitan pedas oleh Ruhut Sitompul.
“Ini namanya kegoblokkan kok dipelihara, malu dong tong kosong cempreng bunyinya,” tulis Ruhut.
“Kalau jadi kadrun, ya begini jadi sama gobloknya,” tambahnya.
Sebelumnya, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro menilai isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo mengandung kepentingan politik terkait kontestasi Pilpres 2024.
Juri menilai, adanya tuduhan dan gugatan terhadap keaslian ijazah Presiden Jokowi oleh Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain, sejati nya bukan hanya persoalan ijazah, namun ingin membuat kegaduhan.
"Ini bukan soal Ijazah, mereka sengaja mengganggu Pak Jokowi. Karena saya yakin Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain yang ikut mengaplifikasi tuduhan itu, sebenarnya tahu bahwa ijazah pak Jokowi asli,” kata Juri.
Dia menyebut bahwa isu ijazah palsu Presiden Jokowi sengaja digulirkan oleh Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain, karena mereka tidak ingin melihat kesuksesan Presiden dalam membawa kemajuan bagi Indonesia. Selain itu, bentuk kekhawatiran terhadap pengaruh Presiden Jokowi pada Pemilu 2024.
"Mereka khawatir terhadap kontestasi 2024. Di mana ketokohan dan keberhasilan pak Jokowi yang diyakini memiliki pengaruh yang sangat kuat dan menjadi kiblat pilihan politik masyarakat. Jadi sekali lagi, ini bukan soal ijazah saja," tegasnya.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Respon Menohok Eko Kuntadhi Soal Isu Ijazah Palsu Presiden Jokowi, Alasan Ganjar Pranowo Maju Capres
-
Kapolri Ultimatum Jajarannya untuk Perbanyak Perbuatan Baik
-
Benarkah Lesti Kejora dijenguk Presiden Jokowi di rumah sakit? Waras Pak
-
Kaesang Pangarep Pamer Foto Wisuda di Tengah Isu Ijazah Palsu Jokowi, Komentar Erina Gudono Jadi Sorotan
-
Bambang Tri Tak Bisa Ngotot Lagi, Isu Ijazah Palsu Jokowi Ditepis Guru SMP: Saya Saksinya
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan