SuaraBekaci.id - Partai Demokrat sepakat dengan bakal calon presiden dari Partai Nasional Demokrat Anies Baswedan yang berhati-hati dalam memutuskan calon wakil presiden.
Pernyataan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra untuk menanggapi tiga kriteria calon wakil presiden yang dikemukakan Anies Baswedan.
Herzaky menyebut wajar jika Anies menginginkan pasangan yang minimal memiliki elektabilitas tinggi, sosok vote getter.
Herzaky mengatakan Anies membutuhkan pasangan yang dapat menjadi magnet bagi segmen pemilih yang belum terjangkau Anies.
"Misalnya mesti bisa gaet ceruk suara anak muda di bawah 40 tahunan yang bakal mencapai hampir 60 persenan di 2024. Apalagi kalau ternyata sosok vote getter ini juga punya tim dan pasukan yang solid, memimpin organisasi besar yang bisa membantu merekrut suara, membantu pemenangan," katanya.
Herzaky mengatakan pasangan Anies harus sosok yang identik dengan perubahan.
"Harus seorang tokoh yang identik dengan perubahan atau dianggap sebagai figur perubahan oleh masyarakat. Karena kuat sekali aspirasi dari masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan di negeri ini. Kalau cawapresnya juga figur perubahan, jalan menuju kemenangan bakal semakin terbuka," kata dia.
Tiga kriteria
Ada tiga kriteria calon wakil presiden yang disampaikan Anies Baswedan. Pertama, dia menginginkan pasangannya bisa memberikan kontribusi dalam proses pemenangan di pemilu presiden. Kedua, dia ingin pasangannya dapat memperkuat koalisi dan menjaga stabilitas koalisi.
Baca Juga: Lika-liku Pasca Deklarasi Anies, Surya Paloh Sadar Konsekuensi NasDem akan Hadapi Lubang Besar
Ketiga, Anies menginginkan pasangannya dapat membantu dalam pemerintahan yang efektif.
Anies belum menyebut siapa tokoh yang memenuhi ketiga keriteria itu.
Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan Wakil Ketua Majelis PKS Ahmad Heryawan menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Anies Baswedan. "Namun kami juga membuka alternatif pilihan lain," kata juru bicara PKS Muhammad Kholid.
PKS merupakan salah satu partai yang sekarang sedang penjajakan koalisi dengan Partai Nasional Demokrat dan Partai Demokrat.
Herzaky berkata dalam menentukan calon wakil presiden, "tidak perlu terburu-buru, apalagi memaksakan sosok-sosok yang sudah jelas elektabilitasnya rendah dan tidak bakal punya kontribusi dalam membangun koalisi." [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Anies Baswedan Tak Dibahas di Mens Rea
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Anies Desak Banjir Sumatera Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
-
Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol