
SuaraBekaci.id - Tim Medis Indonesia sudah beberapa hari melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga Pakistan terdampak banjir.
Pada hari kedua lalu terjadi peningkatan jumlah warga yang ingin berobat. Tercatat dermatitis dan febris diderita banyak warga penyintas.
Tim medis Indonesia terbagi ke dalam dua tim, yaitu tim pelayanan medis statis. Pelayanan ini berada pada pos kesehatan yang berada di satu kawasan pengungsian Jhuddo City dengan populasi warga terdampak dalam jumlah besar.
Sedangkan tim lainnya, mereka bergerak untuk mengunjungi warga di pos-pos pengungsian di Katmir Jan Muhammad. Total pasien yang tercatat selama hari kedua berjumlah 452 warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 329 warga dari pos pengungsian Jhuddo City dan sisanya, mereka tersebar dalam kelompok kecil di Katmir Jan Muhammad.
Baca Juga: Tim Medis Indonesia Tangani 253 Warga Pakistan Terdampak Banjir
“Total jumlah pasien berobat pada hari kedua berjumlah 452 orang,” ujar Yusrizal yang juga menjabat Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB dalam pernyataan tertulis.
Dari kasus yang ditangani, Yusrizal mengatakan tercatat 85 kasus dermatitis dan angka yang sama untuk febris.
Dermatitis merupakan istilah medis untuk peradangan kulit. Kondisi tersebut sering dialami warga pascabanjir. Selain dermatitis, febris atau demam juga banyak ditemui saat pelayanan kesehatan yang berlangsung di Tehsil Taluka Jhuddo dan Katmir Jan Muhammad, Distrik Mirpur Khas, Provinsi Sindh.
“Di samping itu, kasus demam atau febris juga banyak ditemui, dengan masing-masing 85 kasus,” tambahnya.
Penyakit lainnya yang banyak dialami warga seperti ISPA 80 kasus, dyspepsia 54, myakgia 44, cephalgia 20, hipertensi 12, konjungtivitis 12 dan diabetes mellitus 8.
Baca Juga: Dubes AS untuk Pakistan Kunjungi Kashmir, Picu Kontroversi di India
Di hari kedua ini, Tim Medis Indonesia masih terbagi ke dalam dua tim, yaitu layanan tetap dan keliling. Selama pelayanan, tim dibantu tenaga medis dari Dinas Kesehatan Distrik Mirpur Khas. Secara khusus, otoritas keamanan dari militer dan polisi turut menjaga para personel medis Indonesia.
Berita Terkait
-
Hasil Asian Minifootball Nations Cup 2025: Timnas Indonesia Hajar Pakistan Tujuh Gol
-
Orang Bersenjata Tak Dikenal Bunuh 7 Penumpang Bus di Pakistan
-
Serangan Militan di Benteng Pakistan Tewaskan 4 Tentara
-
Perempuan 20 Tahun Ditembak Mati Saudara Kandung Gara-gara Video TikTok
-
Ngeri! Masuk Kandang Singa Demi Konten, Pria Pakistan Alami Nasib Tragis
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional, Best Issuer for Sustainable Finance dan Best Social Loan
-
Libur Lebaran 2025, Super Apps BRImo dari BRI Siap Layani Transaksi Tanpa Hambatan
-
BRI Pastikan Mudik Lebaran Lancar dengan Layanan AgenBRILink di Desa dan Pelosok
-
Bebas Khawatir, BRI Siapkan Weekend Banking dan Layanan Terbatas Selama Libur Ramadan dan Idul Fitri
-
Demo Tolak UU TNI, Pendemo di Bekasi Dilaporkan ke Polisi Gegara Ini