SuaraBekaci.id - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dipilih menjadi penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan.
Terkait pengangkatan Heru Budi Hartono tersebut, Budayawan Betawi dan Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jakarta Ridwan Saidi buka suara.
"Saya kira tidak masalah. Mudah-mudahan, dia juga bisa kerja sama dengan komunitas Betawi untuk melanjutkan pembangunan peradaban Betawi, Kota Tua dan sebagainya," ujar pria yang akrab disapa Babe Ridwan Saidi itu.
Ridwan Saidi juga meminta Heru Budi Hartono untuk terus menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh Betawi, mengingat persoalan Jakarta yang kompleks tidak bisa diselesaikan hanya sendirian.
Terkait polemik dan penolakan sejumlah pihak, menurut mantan anggota DPR ini, Heru Budi sebagai aparatur sipil negara (ASN) punya konsekuensi untuk taat pimpinan ketika ditugaskan di tempat yang sudah ditentukan.
"Intinya banyak komunikasi dengan tokoh-tokoh Betawi karena ini tidak bisa dia selesaikan hanya sendiri karena permasalahan Jakarta cukup rumit. Sebagai birokrat, dia harus kerja sama, konsultasi dengan tokoh-tokoh Jakarta, tokoh Betawi," katanya.
Dihubungi secara terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Sylviana Murni, menilai bahwa Heru Budi Hartono adalah bagian tidak terpisahkan dari Pemprov DKI Jakarta.
"Yang artinya, beliau juga pasti sangat tahu tentang Pemprov DKI Jakarta, yang juga artinya beliau sudah memahami bagaimana bekerja secara berkolaborasi memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Sylviana Murni.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat tersebut, juga menilai Heru menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Jakarta.
Baca Juga: Pengamat: Heru Budi Sulit Profesional Selama Jabat Pj Gubernur, Bakal Cari Kesalahan Anies
"Insya Allah bisa menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Jakarta yang boleh dikatakan berat, besar dan kompleks," ucap salah satu tokoh perempuan Betawi ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, yang terpilih sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan pada 16 Oktober, dapat mengatasi persoalan utama Ibu Kota DKI Jakarta, seperti macet dan banjir.
"Kemarin saya sudah saya sampaikan kepada Pak Heru, utamanya persoalan utama di DKI Jakarta, macet, banjir harus ada progres perkembangan yang signifikan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin.
Heru Budi Hartono ditetapkan sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dalam Rapat Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat siang (7/10/2022).
"Saya kan udah kenal Pak Heru lama sekali, sejak (saya) jadi apa, wali kota di DKI; kemudian waktu memegang badan keuangan saya tahu betul rekam jejak (Heru) secara bekerja, kapasitas, kemampuan, saya tahu semuanya," kata Jokowi.
Presiden juga menilai Heru memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan siapa pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil