SuaraBekaci.id - Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mencurigai jika korban ditembak lebih dari dua orang alias tiga orang. Saat ini muncul dua nama yang ada di lokasi kejadian yakni Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf.
Taufan menduga jika memang ada penembak ketiga yang mana sosoknya pasti berada di tempat kejadian perkara saat penembakan Brigadir J itu.
Ia pun meminta pihak kepolisian untuk menyusut lebih lanjut terkait dugaan pihak ketiga penembakan Brigadir J.
Putri Candrawathi yang saat itu berada di TKP pun mendadak dicurigai sebagai orang ketiga yang menembak Brigadir J.
Ia mengaku tak sepenuhnya percaya terkait rekonstruksi yang digelar beberapa waktu lalu lantaran hanya berdasarkan keterangan tersangka.
"Iya (termasuk Putri menembak). Makanya saya katakan juga berkali-kali saya mungkin dibaca mungkin record-nya (CCTV) diambil. Saya katakan saya belum begitu meyakini konstruksi peristiwa yang dibuat oleh penyidik sekarang, karena masih bergantung dari keterangan demi keterangan," ujar Taufan mengutip dari Herstory -jaringan Suara.com, Selasa (13/9/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Taufan pun meminta pihak kepolisian agar lebih jelih dalam menangani kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir dan tidak terpaku hanya karena keterangan saksi.
"Kita mendorong penyidik ini untuk mendalami, jangan hanya terbatas kepada keterangan semata-mata. Mereka katakan ada bukti lain. Sebab begini, ada satu problem yang luar biasa di situ, (yakni) dihilangkannya CCTV di dalam rumah," lanjut Taufan.
Dugaan keterlibatan orang ketiga itu makin diperkuat dengan sejumlah bukti otopsi ulang korban dan uji balistik. Pasalnya ada banyak peluru yang mengenai Brigadir J dan secara logika tak mungkin hanya menggunakan satu senjata.
Baca Juga: Ini Hubungan Erat Tito Karnavian dan Ferdy Sambo yang Disenggol Hacker Bjorka
"Tak mungkin dari senjata yang satu. Pasti dari lebih dari satu senjata, bisa lebih dari dua senjata. Makanya saya munculkan juga ada pihak ketiga," kata Taufan. "Kalau kita baca keterangan Kabareskrim sebagai sebuah analisis (dugaan pihak ketiga) itu sah-sah saja dia bilang. Tetapi sekali lagi saya ingin penyidik mendalami kemungkinan ada pihak ketiga," ucap Taufan.
Oleh karena itu Taufan menyimpulkan jika pelaku pnembakan terhadap Brigadir J bukan cuma dua orang. Namun pelaku penembakan itu masih dalam perdebatan lantaran bukti yang ada hanya diperoleh dari keterangan para pelaku.
"Saya kira nanti (uji balistik) senjata (dan pembuktian) macam-macam bisa membuktikan siapa sesungguhnya yang menembak, satu orang, dua orang atau mungkin bisa saja lebih dari dua orang," ujar Taufan.
Berita Terkait
-
Ini Hubungan Erat Tito Karnavian dan Ferdy Sambo yang Disenggol Hacker Bjorka
-
Ferdy Sambo Bantah Ikut Tembak Brigadir J seperti yang Dituduhkan Bharada E, Siapa yang Benar?
-
Brigjen Hendra Kurniawan Bongkar Lima Skenario Licik Ferdy Sambo: Kasus Ini Masalah Harga Diri
-
Bocor di TikTok, Percakapan Diduga Nikita Mirzani dan Ferdy Sambo
-
Diisukan Selingkuh dengan Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf Ternyata Punya Istri dan Dua Anak
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam