SuaraBekaci.id - Publik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sempat dibuat heboh dengan kasus adanya pemandu lagu yang menggunakan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA), putih abu-abu.
Terkait kasus ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat angkat bicara. Menurut Kadisdik Dedi Supandi, kasus tersebut mencoreng wajah pendidikan.
"Seperti yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, seragam putih abu digunakan di tempat hiburan malam. Itu kan mencoreng dunia pendidikan. Makanya saya setuju kalau ini ditindak lebih lanjut," ucap Dedi.
Fenomena penggunaan seragam SMA bukan oleh pelajar SMA kerap terjadi di sejumlah kegiatan, seperti yang dilakukan oleh artis ibu kota saat perayaan ulang tahunnya.
Kemudian beberapa waktu lalu, beredar sebuah video di media sosial berisi para pemandu lagu menggunakan pakaian seragam SMA putih-abu di salah satu tempat hiburan malam Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Menanggapi fenomena tersebut, Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi, mengatakan seragam putih-abu yang digunakan oleh anak SMA memiliki sejarah dan makna yang besar.
"Jadi negara tidak asal-asalan tentunya. Penggunaan seragam bagi seluruh sekolah tujuannya itu untuk menumbuhkan rasa kebersamaan yang selaras dengan sila ketiga yakni persatuan Indonesia," ujar Dedi Supandi.
Dia mengatakan sejarah seragam SMA putih abu-abu sendiri, berkaitan dengan Surat Keputusan 052/C/Kep/D.82 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tujuannya untuk menghilangkan sikap eksklusivitas agar kesenjangan yang terjadi antar peserta didik berkurang.
"Sehingga tidak ada lagi perbedaan antar peserta didik antara lain suku, agama, ras, dan golongan dalam mengakses pendidikan," katanya.
Dedi Supandi menilai ada makna yang besar di balik warna putih dan abu-abu pada seragam pelajar SMA, di mana hal itu menggambarkan ketenangan dan kedewasaan yang sudah mulai dimiliki oleh anak pada jenjang tersebut.
"Dan begitu pula pada seragam SD dan SMP. Semua ada maknanya kenapa SD putih dan merah, atau SMK putih dan biru," katanya.
Terkait penggunaan seragam putih dan abu-abu oleh non pelajar, Dedi Supandi menilai memang bukan suatu hal yang menyalahi aturan.
Namun, pihaknya berharap non pelajar yang menggunakan seragam putih abu-abu jangan kebablasan. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
-
Gadis Pemandu Karaoke Bagikan Takjil, Publik: Pelanggan Setia Auto Unsecure Lewat Situ
-
Deretan Wanita Cantik Pemandu Karaoke di Pekalongan Berbagi Takjil, Warganet: Bulat Tekadnya, Harus Dibesarkan Imannya
-
Viral KPK Alias Komunitas Pemandu Karaoke Bagi-bagi Takjil untuk Buka Puasa, Warganet Heboh: Hmm, Semok-semok
-
Nekat Beroperasi di Bulan Ramadhan, Polres Demak Amankan Pemandu Karaoke dan Puluhan Botol Miras
-
Penampakan Pemandu Karaoke Berkostum Anak SMA hingga Viral, Lokasi Diduga di Jawa Tengah
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
KAI Buka Layanan Klaim Pengobatan Korban Insiden Bekasi Timur: Ini Syarat dan Caranya
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian di Balik Kecelakaan KRL, 31 Saksi Diperiksa
-
Trump: AS Akan Amankan Uranium Iran Dengan Cara Apa Pun
-
Massa Buruh May Day di Monas Dapat Sembako dari Presiden Prabowo
-
Awas Kena Tilang! Korlantas Polri Bakal Pasang Kamera ETLE di Perlintasan Kereta Api