SuaraBekaci.id - Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang bertajuk “Kejatuhan Sri Lanka dan Kita” mengungkap bahwa mayoritas masyarakat yakin pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin mampu mencegah negara ini alami krisis seperti Sri Lanka.
Dari hasil survei yang disampaikan oleh Direktur Riset SMRC, Deni Irvani ada 34 persen warga yang tahu kesulitan ekonomi sebabkan pemerintahan di Sri Lanka jatuh. 66 persen sisanya tidak mengetahui soal krisis ekonomi di Srilangka.
Dari masyarakat yang mengetahui soal krisis ekonomi sebabkan pemerintahan Sri Lanka jatuh, terdapat 70 persen yakin bahwa krisis ekonomi yang sama akan dialami oleh banyak negara dalam waktu tidak lama lagi.
Hasil survei SMRC juga menjelaskan bahwa dari yang tahu soal krisis ekonomi di Sri Lanka ini terdapat 69 persen yakin bahwa pemerintah Jokowi bisa mencegah Indonesia alami kondisi seperti Sri Lanka.
Selain itu, hasil survei SMRC juga memaparkan 71 persen masyarakat mengetahui bahwa saat ini negara Indonesia sedang menghadapi masalah kenaikan harga kebutuhan seperti negara-negara lain.
Lebih jauh survei ini juga menemukan bahwa ada 49 persen warga yang tahu banyak negara di dunia sekarang secara umum sedang menghadapi kesulitan, termasuk negara-negara maju.
Yang tidak tahu sebanyak 51 persen. Dari yang tahu, 89 persen yakin banyak negara di dunia sedang menghadapi kesulitan tersebut.
Survei ini dilakukan pada 5-13 Agustus 2022 secara tatap muka.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Baca Juga: Survei: 54 Persen Publik Indonesia Tahu Sedang Terjadi Krisis Ekonomi Dunia
Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1053 atau 86%. Sebanyak 1053 responden ini yang dianalisis.
Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).
Sejak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah negara alami kerugian ekonomi besar-besaran tak terkecuali Sri Lanka.
Bahkan pemerintah Sri Lanka mengungkapkan jika negaranya saat ini tengah berada di titik terendah dan menyisakan utang sebesar Rp 700 miiar akibat pandemi yang melanda negaranya.
Dalam lima bulan pertama pada 2022, pihak imigrasi Sri Lanka melaporkan telah mengeluarkan paspor sebanyak 288.645 paspor.
Ya, ratusan warga Sri Lanka memilih untuk keluar dari negara itu agar terbebas dari krisis ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Survei: 54 Persen Publik Indonesia Tahu Sedang Terjadi Krisis Ekonomi Dunia
-
Fahri Hamzah Sindir Najwa Shihab, Tak Pernah Lontarkan Pertanyaan Pedas ke Presiden Jokowi
-
Sepak Bola Indonesia Kembali Berduka, Suporter PSS Sleman Tewas Usai Jadi Korban Pengeroyokan
-
Kronologi Seteru Komika Indonesia Vs Ramon Papana Soal Paten Open Mic
-
Jokowi: Dua Minggu Ini Harga Telur Ayam akan Turun
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon