SuaraBekaci.id - Konvoi dengan kendaraan bermotor oleh komunitas tertentu sebenarnya bukan lagi hal yang awam dijumpai, baik pada siang maupun malam hari. Biasanya konvoi semacam ini dihadapkan dengan sejumlah keluhan seperti mengganggu ketertiban umum dan lalu lintas.
Namun konvoi oleh perguruan silat yang terlihat di video yang diunggah akun Instagram @andreli_48 ini memperlihatkan konvoi yang berujung ricuh. Pasalnya peserta konvoi sampai tega mengeroyok seorang driver ojek online diduga akibat tidak terima sudah ditegur.
"Stop kekerasan...!! Video konvoi beberapa anggota perguruan silat viral, konvoi tersebut disertai keonaran, dari melakukan pemukulan ke pengguna jalan lain dan ugal-ugalan di jalan," tulis @andreli_48 sebagai caption unggahannya, dikutip Suarajabar.id, Senin (8/8/2022).
Tidak ada keterangan kapan dan di mana video meresahkan ini direkam. Hanya tampak kalau konvoi dilakukan pada malam hari dan beberapa pesertanya berkendara dengan ugal-ugalan.
Suara sepeda motor yang digeber berkali-kali meramaikan jalanan malam itu. Hingga aksi meresahkan mereka tampak ditegur oleh seorang pria dengan jaket ojek online yang khas.
Namun diduga karena tidak terima ditegur seperti itu, para peserta konvoi kemudian menghampiri driver tersebut dan mengeroyoknya. Beramai-ramai mereka memukuli hingga menendang pria malang tersebut.
Mereka juga sama sekali tidak berhenti mengeroyok sang driver ojek online sekalipun orang-orang di sekitarnya sudah menjerit ketakutan.
Beruntung para pelaku kekerasan itu sudah berhasil diciduk oleh pihak berwajib. "Akhirnya puluhan anggota perguruan silat tersebut dibekuk petugas kepolisian. Video: Febi Ananda Bebok (FB Publik)," tulis @andreli_48.
Warganet beramai-ramai mengecam tindakan kekerasan tersebut. Banyak yang mendesak agar perguruan silat tersebut dibubarkan saja ketimbang mencederai orang lain.
Baca Juga: Kasir Indomaret Kena Gendam, Uang Rp 1 Juta Raib, Warganet Ngaku Seram
"Emangnya si ojol ngapain, kok dikeroyok," kritik warganet.
"Sok jagoan jadinya... Bubarin donk," kata warganet.
"Pesilat apa keroyokan?!!!" sindir warganet.
"Awas nanti markas di serbu pasukan ijo nangis," komentar warganet.
"Sok jagoan , tangkep aja," desak warganet lain.
"Orang lagi cari rezeki itu. Semakin kacau pemikiran orang-orang braninya cuma kalau lagi rame," tutur warganet.
Berita Terkait
-
Kasir Indomaret Kena Gendam, Uang Rp 1 Juta Raib, Warganet Ngaku Seram
-
Viral Knalpot Suporter Hilang Saat Nonton Laga Bali United di Stadion Dipta, Coach Teco Turut Buka Suara
-
Viral Video Ibu Dishub Landak Cetak Gol Bola Dangdut dengan Cara Ajaib, Netizen: Tendang Kanan Belok Kiri
-
Tak Masuk Akal! Pria Ini Ceraikan dan Usir Perempuan yang Baru Dua Minggu Dinikahinya hanya Gara-gara AC
-
Viral Video Pria Salat di Stadion Saat Pertandingan Berlangsung, Aksinya Tuai Pro Kontra Publik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!