SuaraBekaci.id - Nama Nikita Mirzani belakangan ini menjadi sorotan usai dibebaskan pihak kepolisian atas dasar kemanusiaan, karena harus menghidupi anak-anaknya.
Untuk diketahui, Nikita Mirzani ditangkap Polresta Serang Kota secara paksa, karena telah mangkir saat dipanggil pihak kepolisian.
Kendati demikian, keputusan yang diterima oleh Nikita Mirzani ini menimbulkan banyak tanda tanya di kepala Indra Tarigan dan Dito Mahendra sebagai sosok yang sedang berseteru dengan Nikita Mirzani.
Bahkan Indra Tarigan pun menyentil soal Nikita Mirzani yang aktif bermain sosial media, salah satunya TikTok setelah ditangkap paksa oleh Polresta Serang Kota di kawasan salah satu Mall Jakarta.
"NM (Nikita Mirzani) lihat, kan, masih aktif bikin TikTok," ucap Indra Tarigan, mengutip dari Herstory -jaringan Suara.com, Rabu (27/7/2022).
Di sisi lain, pihak Dito Mahendra yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Yafet Rissy pun mengungkapkan rasa kecewanya terhadap keputusan yang dinilai menguntungkan Nikita Mirzani, mengingat sosok Nikita Mirzani menurutnya merupakan sosok yang membangkang atas panggilan polisi hingga ditangkap paksa, tapi pada akhirnya justru dilepaskan.
"Ada apa yang terjadi? Jelas-jelas ada orang yang membangkang atas panggilan polisi bahkan cenderung tidak menghargai upaya-upaya hukum pihak kepolisian. Ini yang menjadi tanda tanya besar," tegas Yafet Rissy saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (25/7/2022).
Tak hanya itu, Nikita Mirzani pun bak dicurigai mendapatkan keistimewaan hukum, hal itu merujuk pada dirinya yang sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan justru bisa dibebaskan kembali
"Jadi kita semua tahu, semua harus diperlakukan sama di depan hukum. Jadi jangan ada diskriminasi dimana orang-orang tertentu bisa ditangkap, bisa ditahan, tapi Nikita Mirzani dilepaskan begitu mudah. Tentu kita sekali lagi bertanya-tanya ada apa," ujar Yafet Rissy lagi.
Bahkan, Yafet Rissy selalu kuasu hukum Dito Mahendra pun mencurigai adanya permainan hukum di balik keputusan bebasnya Nikita Mirzani.
"Ini membuat kita bertanya siapa yang mempermainkan hukum ini, jadi disatu sisi kita menghormati keputusan penyidik untuk tidak ditahan, tapi disisi lain kita menyesalkan mengapa sudah ditahan tapi dilepaskan," terang Yafet Rissy.
Di samping itu, selaras dengan apa yang dirasakan pihak Dito Mahendra, Indra Tarigan pun bak mencurigai Nikita Mirzani memiliki backingan yang kuat sehingga dirinya minta agar pihak kepolisian bisa segera menindaklanjuti.
"Kami menyampaikan kepada bapak Presiden dan Kapolri, siapapun yang ikut campur tolong diusut dan dituntaskan. Jangan bilang aset negara, dia bukan aset negara," jelas Indra.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Ditahan karena Anak, Nikita Mirzani Meradang Kasusnya Disamakan dengan Vanessa Angel dan Angelina Sondakh
-
Jusuf Kalla Tidak Mau PMI Tersandung Masalah Hukum Seperti ACT
-
Pengacara Nindy Ayunda Berjanji Tak Akan Halangi Kerja Polisi
-
Nindy Ayunda Tegaskan Tak Kabur dari Proses Hukum, Kenapa Mangkir Terus?
-
Kader PSI Protes dengan Pengawalan Mantan Wapres di Jaksel, Paspampres Buka Dasar Hukumnya
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi
-
Polda Metro Jaya Lanjutkan 'Interogasi' Dr. Richard Lee dari Pertanyaan ke-74