"Skip! Judi Online," sambung akun lainnya @bas. "Situs Judi bukan sih?" tanya akun @tim*** "Gak ada sponsor dr produk UMKM asal Semarang?" sambung akun lainnya.
Pihak PSIS sendiri menyebut sponsor baru itu adalah situs olahraga terupdate.
“Selamat datang Skor88 News. Skor 88 News merupakan portal berita olahraga terupdate yang akan bekerja sama dengan PSIS di musim ini,” ujar CEO PSIS Yoyok Sukawi.
Musim sebelumnya, klub Tira-Persikabo juga menjalin kerjasama dengan SBOTOP. Sponsor dari Tira-Persikabo ini tuai pro kontra di kalangan insan sepak bola nasional.
Terkait hal itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menegaskan bahwa jika menilik dari regulasi, tidak ada yang melarang rumah judi jadi sponsor klub Liga Indonesia.
"Sebenarnya kita ikut regulasi saja. Kalau regulasi memperbolehkan ya tidak apa-apa. Sebelum mengiyakan kita, kan baca regulasi dan tanya-tanya. Memang, tidak ada juga regulasi yang melarang, jadi jalan saja," ucap Direktur Pengembangan Bisnis Tira-Persikabo Rhendie Arindra saat itu.
Tidak hanya Tira-Persikabo atau PSIS yang diduga jalin kerjasama dengan rumah judi, klub Borneo FC juga sempat menggandeng kerjasama dengan FUN88Bola.
Praktek Judi Sepak Bola Dilarang atau Tidak?
Bedanya praktek perjudian di Indonesia dengan negara-negara lain tentu saja soal sistem sepak bolanya, sistem yang buruk akan menumbuhsuburkan praktek match fixing yang menciderai marwah sepak bola itu sendiri.
Baca Juga: Christian Eriksen Berharap Debut saat Manchester United Jamu Brighton
Namun bukan berarti negara yang sistem sepak bolanya bagus terlepas dari kasus match fixing, tengok saja kasus Calciopoli di Italia sana beberapa tahun lalu.
Jika mau melihat soal praket perjudian secara 'fair' di sepak bola Eropa tanpa menciderai sepakbola itu sendiri, mungkin kita bisa melihat dari sosok bernama Tony Ansell.
Di Inggris sana, sosok Ansell dikenal sebagai salah satu penjudi kelas kakap di Liga Inggris. Apakah ia menggunakan koneksi pejabat di klub dan federasi sepakbola Inggris untuk mendapat untung banyak? Ternyata tidak.
Ansell yang juga seorang mantan akuntan menggunakan ilmu matematika untuk bertaruh di rumah judi. Kemampuan matematika menurut Ansell mutlak dimiliki oleh para penjudi dan bandar judi yang tak mau merusak sepakbola dengan praktek match fixing.
Ansel mengatakan bahwa ia akan selalu berpikir logis dalam hitung-hitungan matematis serta cermat tiap kali ia bertaruh di satu pertandingan,
"Perjudian lebih dari sekedar permainan angka-angka buat saya dan semakin saya sadar angka-angka tersebut menguntungkan saya," kata Ansell seperti dikutip dari majalah FourFourTwo
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!