SuaraBekaci.id - Publik dibuat heboh sekaligus geram dengan kabar yang menyebutkan bahwa ruang kerja Megawati Soekarnoputri di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan menelan biaya yang fantastis.
Renovasi untuk ruang kerja Megawati di BRIN mencapai angka Rp 6,1 miliar. Pihak BRIN membenarkan terkait anggaran yang dikeluarkan untuk pengerjaan renovasi tersebut.
Namun menurut Plt Kepala Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan (BKPUK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Driszal Fryantoni besarannya anggaran tersebut tidak hanya untuk renovasi ruangan Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri.
“Perlu saya informasikan, biaya 6,1 miliar adalah biaya renovasi seluruh lantai 2 yang sebelumnya merupakan ruang kerja eks Kepala BPPT,” kata Driszal mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com
“Lantai 2 tersebut akan kami renov menjadi ruang kerja-ruang kerja untuk semua Dewan Pengarah yang berjumlah 10 orang, bukan hanya untuk Ketua Dewan Pengarah,” lanjutnya.
Dikatakan oleh Driszal, sebelumnya di lantai 2 tersebut sudah tersedia kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, ruang tamu, ruang rapat, dan ruang kerja eks Kepala BPPT. Dia mengatakan biaya yang dibutuhkan merupakan rekomendasi dari Kementrian PUPR, melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan.
Dirinya menekankan, perlu diketahui juga bahwa saat ini ruangan Dewan pengarah BRIN masih menggunakan ruangan sementara di lantai 23.
“Jadi nanti semua anggota dewan pengarah dapat menempati ruangan-ruangan yang kami siapkan di lantai 2 setelah renovasi selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyatakan bahwa semua proses renovasi sudah dengan koridor regulasi.
Baca Juga: Heboh, Renovasi Ruang Kerja Megawati di BRIN Habiskan Rp6,1 Miliar
Proses renovasi juga sejalan dengan pembenahan sarana prasarana untukk para periset baik infrastruktur laboratorium maupun ruangan kerja secara bertahap.
Terkait hal ini, publik di laman sosial media banyak yang memberikan respon negatif.
Mayoritas menyayangkan jika renovasi dilakukan dan memakan uang negara dengan jumlah sangat besar.
"Banteng bukan sembarang banteng," tulis salah satu akun di unggahan Instagram Suara.com terkait pemberitaan ini.
"Mungkin hasil kerjanya mencapai lebih dari Rp 6 miliar," timpal akun lainnya.
"Terkadang sangat miris, disaat rakyay berjuang brg pada naek, BBM, gas, pajak dinaekin, eh yg ono buang2 duit, yg ngak ada urgensinya," unggah akun @zid***
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kabupaten Bekasi Diserbu Sampah Liar
-
BRI Peduli Bekali 60 Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan dan Pendampingan Usaha
-
Kaca Mobil Adinda Cresheilla Hancur Dilempar Batu, Polisi Buru Pelaku
-
Kedok Warung Kopi di Bekasi Terbongkar, Ternyata Jadi Sarang Peredaran Obat Keras
-
Bayar Pajak Kendaraan di Bekasi Bisa Dicicil, Begini Caranya