SuaraBekaci.id - Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diklaim semakin lengket untuk mempersiapkan strategi pada Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, dia mengatakan hal itu terlihat ketika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Jazilul Fawaid menghadiri Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City, Palembang.
Keduanya hadir memenuhi undangan Pengurus Pusat Fatayat NU yang sedang menggelar hajatan Kongres sebagai agenda tertinggi di Fatayat NU, salah satunya untuk memilih Ketua Umum PP Fatayat NU masa bakti 2022-2027.
Rupanya kehadiran Prabowo dalam acara tersebut kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan, sementara Gus Jazil hadir mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Gus Jazil mengatakan, hubungan PKB dengan Gerindra belakangan memang semakin lengket bak lebah dan bunga yang saling menguntungkan untuk menghasilkan ”madu”.
Bahkan hubungan antarpengurus di tingkat pusat, sudah terjalin hingga kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"PKB memang sedang bekerja sesuai dengan pertemuan antarstruktur, baik provinsi maupun cabang. PKB-Gerindra hari-hari ini ya bekerja sama bareng-bareng juga. Makin lengket,” kata Gus Jazil, mengutip dari WartaEkonomi -jaringan Suara.com, Minggu (17/7/2022).
Dalam agenda itu, Prabowo ditemani sejumlah jenderal senior TNI antara lain mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Wamenhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Irjen Kemhan Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, mantan Panglima Kodam Jaya Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti Putranto, mantan Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya.
Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya mengatakan sengaja mengajak para kerabatnya senior TNI dengan alasan dirinya grogi hadir di tengah ”emak-emak” Fatayat NU.
Baca Juga: Tak Kapok, Iyeth Bustami Bakal Maju Jadi Caleg DPR dari PKB, Ini Strategi Khususnya
"Karena saya grogi, saya undang beberapa jenderal senior untuk mengawal saya,” kelakar Prabowo sambil mengenalkan sejumlah nama jenderal yang mendampinginya.
Dikatakan Mantan Danjen Kopasus ini, jika kaum perempuan Indonesia lemah, berarti akan melahirkan anak-anak yang lemah pula.
"Berarti generasi penerus akan lemah, berarti bangsa kita akan lemah, dan kita mengerti di dunia sekarang ini bangsa yang lemah adalah bangsa yang akan dijajah oleh bangsa lain, bangsa yang diijak-injak bangsa lain, kekayaannya akan dicuri bangsa-bangsa lain,” tegas dia.
Prabowo juga mengapresiasi peran besar NU dan Fatayat yang sangat besar menentukan dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di Indonesia.
"Kita bersyukur punya Nahdlatul Ulama yang begitu besar dan begitu berpengaruh yang dipimpin oleh para pemimpin yang arif dalam mewujudkan perdamaian. Kita bersyukur Nahdlatul Ulama kita yakini sebagai pilar stabilitas di Republik ini,” tukas dia.
Berita Terkait
-
Tak Kapok, Iyeth Bustami Bakal Maju Jadi Caleg DPR dari PKB, Ini Strategi Khususnya
-
Cari Bibit-bibit Unggul Pesepak Bola, Prabowo Subianto Gelar Turnamen Nusantara Open 2022 di Polo Club Bogor
-
Ratusan Pemuda Jambi Dukung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024, Bisa Wujudkan SMK Gratis Se-Indonesia
-
Prabowo Subianto Beri Hadiah Juara Piala Nusantara Open U 16 Rp 1 Miliar dan Dikirim ke Luar Negeri Sebulan
-
Ketum PSSI Jabat Tangan Prabowo Subianto, Publik: Sepak Bola Harus Murni, Pak
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
OJK Cabut Izin Satu Bank di Sumatra Barat, Bagaimana Uang Nasabah?
-
Perajin Tahu-Tempe Bekasi Perkecil Ukuran Produk, Pekerja Dirumahkan
-
Bersih-Bersih Kantor Pemkab Bekasi: Pedagang Dilarang Masuk, Tamu Wajib Dijemput
-
JK Sebut Konflik Papua: Kalau Konflik Selesai, Masalah Kemanusiaannya Juga Ikut Selesai
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan