SuaraBekaci.id - Baru-baru ini publik digemparkan dengan kisah sejumlah remaja asal Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan aktifitas di kawasan elit Sudirman Jakarta viral di media sosial.
Hal tersebut nampaknya menjadi sorotan dari berbagai pihak, salah satunya dari Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati.
Menurutnya, selama apa yang mereka lakukan tidak mengandung unsur-unsur berbahaya maupun kesehatan, tentu saja ini menjadi hal yang tidak perlu dikhawatirkan.
Namun ketika dari berbagai wawancara misalnya ditemukan ada perilaku-perilaku yang unik, dan diekspresikan lewat media sosial maka yang dapat dilakukan adalah ada ikut mengawasi.
“Rajin-rajin menengok konten-konten yang diproduksi oleh anak dan remaja, sehingga kita bisa mengantisipasi perilaku-perilaku yang kita lihat bisa berujung pada perilaku yang membahayakan diri mereka atau bahkan teman-teman mereka, seperti perilaku berhubungan lebih dekat dengan sesama remaja tersebut,” jelasnya dikutip dari DepokToday.hopd.id -jaringan Suara.com, Selasa (5/7/2022).
“Nah hal tersebut bisa diantisipasi lebih awal dengan melihat berbagai percakapan yang mereka lakukan. Antisipasinya seperti apa? Bukan kemudian kita mengekang mereka, kita harus mengajak mereka berdialog gitu ya, artinya dialog itu menjadi penting karena untuk memberikan pemahaman kepada mereka,” sambungnya.
Karena menurut Devie Rahmawati, di masa-masa remaja biasanya masa-masa yang memang mengidamkan kebebasan dan menghindari adanya tekanan dari figur-figur otoritatif.
“Mereka lebih senang kalau kemudian berbagai masukan nasehat dan sebagainya, di berikan dalam bentuk dialog yang menunjukkan bahwa kita memiliki kesetaraan dengan mereka, atau artinya mereka memiliki kesetaraan tidak dalam posisi sub kordinat, berada di bawah. Karena ketika kita bertindak seperti menggurui, maka mereka cenderung akan menghindar,” katanya.
“Inilah yang kemudian akan justru menjauhkan diri kita dari mereka sehingga kita tidak bisa lagi mengawal mendampingi agar apapun yang mereka lakukan tidak kemudian berujung menjadi hal-hal yang tidak positif dan tidak produktif,” timpalnya lagi.
Terkait persoalan ruang publik, lanjut Devie, sekali lagi bukan daerah-daerah di sekitar Jakarta tidak memiliki ruang publik yang baik, tapi pesona kota besar, atau kehidupan elit yang digambarkan dengan mewakili kehadiran kota besar yang termanifestasi lewat konten itu sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.
“Artinya apapun yang bisa menjadi representasi kota yang kemudian membuat anak-anak tersebut ingin menjadi bagian dari representasi kota itu pasti akan dilakukan oleh anak-anak tersebut, dan kecenderungan remaja di seluruh dunia ini sebuah fenomena alamiah, bahwa mereka selalu ingin menjadi bagian dari suatu pola yang besar. Artinya mereka tidak ingin menjadi orang yang tertinggal.”
Nah dalam hal ini, kata Devie, ketika lagi-lagi konten-konten yang ada itu mewakili kondisi atau dominasi dari konten-konten kota, maka tidak heran ketika mereka bisa mengakses kota dengan cara yang mudah dan murah.
“Seperti yang ditunjukkan dalam video-video tersebut. Ini tentu akan diburu oleh mereka untuk membuat mereka merasa menjadi remaja yang sudah berarti. Karena sudah menjadi bagian dari fenomena global, fenomena nasional yang mereka lihat dan mereka tonton di ruang digital,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral, Tawuran di Pabuaran Bojonggede Pakai Senjata Tajam Pecah Saat Subuh, Pelakunya Teriak 'Ayo Balikin'
-
Pemuda di Bogor Ditegur Main Gitar Tengah Malam Malah Tantang Balik, Publik: Berani Kandang Doang
-
Gegara Anak Citayam Kuasai Kawasan Sudirman, Penjual Starling Ini Kecipratan Rezeki Nomplok
-
Berkah Kawasan Sudirman Jadi Tongkrongan ABG Citayam, Penjual Kopi Starling Ngaku Pendapatan Meningkat
-
5 Fakta Menarik Terowongan Kendal, Jadi Tempat Nongkrong Populer ABG Citayam
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
JK Sebut Konflik Papua: Kalau Konflik Selesai, Masalah Kemanusiaannya Juga Ikut Selesai
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Proyek Bangunan di TB Simatupang Sepi Usai Empat Pekerja Tewas
-
111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret 2026, Ini Penjelasan BMKG
-
Ini Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi