SuaraBekaci.id - Proses pembangunan Pasar Tradisional Rengasdengklok mengalami keterlambatan karena kegiatan pembangunannya dilakukan di masa pandemi COVID-19.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku memaklumi kelambatan proses pembangunan pasar tradisional tersebut.
"Kami telah mengecek progres pembangunannya, karena prosesnya sudah cukup lama, hampir dua tahun menunggu pembangunan pasar itu selesai," katanya, di Karawang, Selasa (31/5/2022).
Sesuai dengan hasil peninjauan dan keterangan pihak pengusaha, tahap pembangunan pasar Rengasdengklok itu sudah sekitar 90 persen.
Bupati menginginkan agar pembangunan pasar tersebut rampung tahun ini sehingga para pedagang bisa langsung menempati kios dan lapak barunya.
Sesuai dengan adendum kerja sama antara Pemkab Karawang dengan PT Visi Indonesia Mandiri, pembangunan pasar Rengasdengklok harus sudah rampung pada 25 Mei 2022.
Namun kondisi seperti yang terpantau pada Senin (30/5/2022), di lokasi masih dilakukan proses pembangunan.
"Kami memaklumi, karena sebelumnya kondisinya pandemi. Pemkab justru beruntung, di tengah masa pandemi, masih ada investor yang mau berinvestasi. Jadi ada kelonggaran karena situasi pandemi. Hal terpenting sesuai dengan regulasi yang ada," katanya.
General Manajer PT Visi Indonesia Mandiri, Agung Djaja menyampaikan waktu penyelesaian pembangunan pasar sebelumnya sudah diperpanjang, dan kemudian akan diperpanjang lagi.
Baca Juga: Disambut Syukur Terawan, 5 Fakta Vaksin Nusantara Masuk Jurnal Internasional
"Sebelumnya adendum, dan sekarang akan kembali dilakukan adendum untuk yang kedua kali. Tujuannya agar pembangunan pasar Rengasdengklok bisa tuntas sempurna," kata dia.
Pihaknya berupaya optimal dalam melakukan pembangunan pasar Rengasdengklok. Serah terima unit kepada para pedagang akan dilakukan setelah seluruh izin dari pemerintah kabupaten selesai.
Ia berinvestasi membangun pasar Rengasdengklok dengan nilai anggaran sekitar Rp 80 miliar.
Pasar Rengasdengklok dibangun di atas lahan sekitar 5 hektare. Di pasar itu tersedia 1.162 kios dan loss pedagang.
Untuk lapak pedagang di pasar itu dijual dengan harga Rp 16,5 juta, dan harga kios Rp 19 juta. Teknis pembeliannya dilakukan dengan cara mencicil. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Dilaporkan Hilang, Seorang Warga Karawang Ditemukan Tewas di Tengah Banjir
-
Tanggul Sungai Kalimalang Jebol! Ratusan Keluarga di Karawang Terendam Banjir
-
Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi