Ia lalu kembali ke Bangladesh dan menjadi legenda di klub Dhaka Abahani. Pada 1984, ia memutuskan gantung sepatu.
Ada satu cerita menarik soal sosok Kazi. Setelah pensiun, dirinya tetap ingin sepak bola di Bangladesh maju dan diminati masyarakat lokal seperti halnya kriket.
Selain membuat turnamen sepak bola seperti Piala Super Bangladesh pada 2009, Kazi makin dipuja publik Bangladesh saat mampu mendatangkan Lionel Messi.
Pada 2011, Lionel Messi bersama timnas Argentina datang ke Bangladesh dan melakoni pertandingan melawan Nigeria. Pada titik ini, publik di sana menganggap kedatangan Messi sebagai era baru sepak bola Bangladesh.
Sayangnya meski sempat dianggap menuju era baru di sepak bola Bangladesh, pasca kedatangan Messi, tim ini belum juga tunjukkan tanda-tanda menjadi kekuatan baru di Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
-
Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Diciduk Polisi
-
BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar
-
Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah