SuaraBekaci.id - Beredar sebuah video dari seorang penumpang yang dipaksa membayar tiket dengan tujuan yang tidak jelas saat berada di Terminal Bekasi, Jawa Barat. Video itupun viral di media sosial setelah diunggah oleh akun tiktok @fikri_phone pada 11 Mei 2022.
Dari keterangan video, penumpang tersebut mengaku diminta membayar uang Rp 100 ribu. Hal itu setelah ia masuk ke dalam area Terminal Bekasi.
"Tiba-tiba ditangkul, ditanya mau pergi ke mana, aku jawab tujuanku mereka nulis di nota, padahal aku nggak minta," tulis pada keterangan dalam video tersebut.
Penumpang tersebut telah memiliki firasat buruk ketika diminta membayar uang Rp 100 ribu. Sehingga ia tidak langsung memberikan identitas dirinya.
Selain itu, ia pun mengaku mendapat ancaman setelah meminta pembatalan.
"Aku diancam dan aku minta cencel, Rp 100 ribu buat uang pembatalan, padahal dari tadi aku belum konfrimasi apa pun untuk bus yang mau dinaikin," ungkapnya.
Sementara menanggapi kasus video viral tersebut, Plt Kepala Seksi Bina Terminal Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi, Andarias Sora mengatakan, membenarkan persoalan tersebut terjadi pada tanggal 9 Mei 2022. Menurut Sora, pihaknya akan melakukan penertiban terkait kasus tersebut.
Sora menjelaskan, kasus tersebut kali pertama terjadi di Terminal Bekasi. Selain itu, ia menyebut kasus itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Sudah dilaporkan juga nanti kami akan tertibkan juga nanti di depan, sudah dilaporkan juga ke pospol di Terminal," kata Sora, Kamis (12/5/2022).
Selain itu, Sora menyarankan, jika masyarakat mengalami kasus tersebut untuk segera melaporkan ke petugas yang terdekat di lokasi kejadian.
"Iya segera, lapor ke. petugas terdekat itu kan ada regu gitu dan juga gunakanlah agen tiket yang resmi, jangan terpengaruh, kalau ada yang maksa-maksa gitu jangan mau lah, bilang aja punya tiket, ga bakalan dia, masyarakat harus peka juga," imbuhnya.
Kontributor: Fajar Setiawan
Berita Terkait
-
Viral, Calo Bus Peras dan Ancam Calon Penumpang di Terminal Bekasi, Publik Pertanyakan Peran Dinas Perhubungan
-
Jadi Pengedar Narkoba Sampai Calo Seleksi Anggota Polri, 5 Anggota Brimob Polda Sulsel Dipecat Tidak Hormat
-
3 Jam Antre di Pelabuhan Bakauheni Belum Dapat Tiket, Sundari Pilih Beli Lewat Calo: 30 Menit Selesai
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka
-
Digelar Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo Sabet Rekor MURI
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Begini Kisah Heroik Tragedi Berdarah Sasak Kapuk, Ubah Bekasi Jadi Lautan Api