SuaraBekaci.id - Kasih sayang ayah kepada anak sepanjang masa. Ungkapan itu bukan sekedar klise. Rusin, 47 tahun rela mengayuh sepeda dari tempat tinggalnya di Cibitung ke Jakarta demi sang anak mendapat keadilan.
Anak Rusin, Muhammad Fikri alias MF menjadi salah satu terdakwa kasus pembegalan yang terjadi di Tambelang, Kabupaten Bekasi pada 24 Juli 2021. MF bersama tiga rekannya ditangkap Polsek Tambelang karena dituduh sebagai pelaku begal.
Rusin tak percaya anaknya yang juga dikenal sebagai guru mengaji anak-anak di sekitarnya rumah menjadi pelaku begal.
Datang ke Ibu Kota, Jakarta, Rusin mendatangi sejumlah lembaga hukum untuk ia bisa mengadukan kasus hukum yang menimpa sang anak.
"Saya bersepeda sendiri dari Cibitung rumah saya, ya keliling Jakarta, saya ke Propam, ke Komnas HAM, ke Komisi III, ke Gedung DPR, ke LBH Jakarta, ke KontraS, bahkan arah balik itu saya ke Kafe Joni," ucap Rusin.
Diakui Rusin, dua malam satu hari ia keliling Jakarta dengan sepeda miliknya untuk bisa menemui sejumlah pihak, agar masalah hukum yang menjerat anaknya bisa mendapatkan keadilan.
"Alhamdulillah laporan diterima LBH Jakarta, diterima KontraS, diterima juga laporan saya sama Komisi III, sama Propam Polda juga, terus sama Komnas HAM juga. Saya muter dua malam satu hari, mas," ucap Rusin.
MF Sosok Anak yang Aktif dan Kader HMI
Rusin mengaku bahwa ia sangat sedih dengan kondisi anaknya. Ia menyebut bahwa kondisi psikis sudah dialami MF selama proses hukum ini berlangsung.
Baca Juga: Roy Suryo Ungkap Terdakwa MF Tak Ada di TKP Pembegalan, Orang Tua: Harapan Kami Mereka Bisa Bebas
"Saya prihatin sama anak saya, karena psikisnya dia terganggu. Saya jelas tahu persis anak saya, kalo lagi video call sama saya, ada orang dibelakang gitu tiba-tiba dia kaget, kayak orang bingung gitu," papar Rusin.
Kebiasaan MF yang seperti itu dikatakan Rusin tidak pernah ia lihat sebelumnya. MF di mata Rusin ialah sosok anak yang kreatif dan aktif, tidak heran jika anaknya itu menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
"Sebelum kejadian gak gini, saya yang membesarkan juga menyekolahkan, itu anak kreatif. Anak pergerakan, dia memang salah satu kader HMI di Bekasi Raya ini," ujarnya.
Pihak keluarga juga meminta kepada pihak kepolisian apabila kasus ini memang terjadi dugaan kekerasan, mereka ingin oknum polisi tersebut minimal minta maaf.
"Saya minta minimal ya polisi yang menangkap anak kami, mukulin kami diduganya itu ya ada ungkapan maaf atau apa ke kami pihak keluarga," harap Rusin.
Ditegaskan oleh Rusin bahwa ia dan keluarga dari ketiga terdakwa lain menyerahkan sepenuhnya kepada tim pengacara untuk hasil yang seadil-adilnya untuk sang buah hati.
Tag
Berita Terkait
-
Roy Suryo Ungkap Terdakwa MF Tak Ada di TKP Pembegalan, Orang Tua: Harapan Kami Mereka Bisa Bebas
-
Roy Suryo Ungkap Rekaman CCTV Kasus Begal Tambelang Tidak Bisa Dimodifikasi, Terdakwa MF Tak Berada di TKP
-
Sempat Singgung Soal Rekaman Gisel dan Luna Maya, Roy Suryo: 63 Persen MF Bukan Pelaku Begal Tambelang
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Wajah Baru Stadion Wibawa Mukti: Renovasi Rp40 Miliar Rampung 70 Persen, Ini Bocoran Fasilitasnya!
-
Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total, Zulhas : Satu Bulan
-
BGN: 62 SPPG di Tangerang Berhenti Beroperasi
-
Jusuf Kalla: Indonesia Harus Perkuat Teknologi dan Ciptakan Lebih Banyak Wirausaha
-
Bisnis Haram di Kamar Kos, Pasangan Suami Istri di Bekasi Ditangkap