SuaraBekaci.id - Berikut ini fakta baru perang Rusia-Ukraina hari ini, Rabu (2/3/2022). Banyak dampak dari invasi Rusia tersebut. Mulai dari hubungan politik internasional hingga bisnis.
Kami sajikan 5 informasi terbaru terkait perang Rusia-Ukraina berikut ini:
1. Minta Dukungan Indonesia
Pemerintah Ukraina melalui surat yang dikeluarkan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta meminta dukungan dari pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi tekanan yang dialami negara itu menyusul serangan Rusia.
"Bangsa Indonesia! Anda adalah bangsa yang kuat dan gagah, Anda adalah pejuang kebenaran dan kebebasan, Anda adalah tulang punggung perdamaian dan keadilan di negara Anda yang bebas dan demokratis," kata pernyataan tertulis yang dikeluarkan Kedubes Ukraina di Jakarta pada Selasa malam (1/3).
"Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami," kata pernyataan itu.
Dalam pernyataan itu, pemerintah Ukraina menyerukan agar Indonesia bersama negara-negara lain di dunia mempertahankan sistem keamanan global dan prinsip hidup berdampingan secara damai serta prinsip pembangunan yang telah dipelihara dengan seksama oleh dunia pascatragedi Perang Dunia II.
2. Pembekuan dan penyitaan aset elit penting Rusia
Kelompok Tujuh ekonomi utama (G7) akan membentuk satuan tugas untuk fokus pada pembekuan dan penyitaan aset elit penting Rusia, bertujuan untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada Rusia setelah invasi ke Ukraina, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Selasa (1/3).
Baca Juga: Warga Ukraina Berharap Dukungan Rakyat Indonesia
Langkah itu "akan menimbulkan rasa sakit finansial pada individu-individu kuat di sekitar (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan memperjelas bahwa tidak ada seorang pun di luar jangkauan kolektif kita," kata Yellen dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan virtual para kepala keuangan G7.
G7 juga akan terus mendukung penghapusan lembaga keuangan utama Rusia dari sistem perbankan SWIFT, katanya, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut mengharapkan sanksi yang dijatuhkan sejauh ini akan "menghambat kemampuan pemerintah Rusia untuk mendanai invasinya."
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus".
Sanksi memiliki dampak langsung pada ekonomi Rusia, dengan antrian terbentuk di luar bank-bank saat warga Rusia bergegas menyelamatkan tabungan mereka. Perusahaan minyak Royal Dutch Shell Plc pada Selasa (1/3) menjadi perusahaan besar Barat terbaru yang menarik diri dari negara itu.
Langkah-langkah tersebut membatasi penggunaan cadangan dana yang digunakan untuk berperang senilai 640 miliar dolar AS oleh Moskow untuk mempertahankan mata uangnya, tetapi masih harus dilihat apakah Rusia dapat menemukan saluran lain untuk perdagangan dan pembiayaan ekonominya.
3. Facebook Hapus Konten Media Pemerintah Rusia yang Diunggah
Berita Terkait
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72
-
Satya Wacana Datangkan Pemain Timnas Ukraina untuk IBL 2026, Jebolan Liga Bulgaria
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Karung Pasir dan Bronjong Jadi Tameng Sementara Warga Bekasi
-
Ini Penyebab Penyakit Campak di DKI Jakarta Belum Hilang
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung