SuaraBekaci.id - Konflik antara Rusia dengan Ukraina sudah memasuki hari keempat sejak serangan pertama dilancarkan pasukan Vladimir Putin itu pada Kamis (24/2) dinihari waktu setempat.
Hingga hari keempat belum ada tanda-tanda serangan Rusia ke Ukraina akan berakhir. Konflik diprediksi akan semakin memanas setelah pasukan NATO juga sudah menambah pasukannya di perbatasan Ukraina.
Menurut sejumlah pengamat, konflik Rusia Ukraina dapat mempengaruhi pemulihan ekonomi dunia dan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof Azyumardi Azra, Mahfuz Siddik, Dinna P Raharja dan Fadhil Hasan dalam Zoominari Kebijakan Publik yang diselenggarakan Narasi Institute.
Mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Fadhil Hasan mengingatkan sebelum konflik Ukraina, Dunia mengalami masalah ekonomi mengalami kenaikan harga.
“Krisis yang terjadi di Ukraina invasi oleh Rusia ini akan memperparah krisis ekonomi di tingkat dunia," ujar Fadhil Hasan
Fadhil mengingatkan bahwa produksi minyak Rusia 10 juta Barrel per hari bila minyak rusia tidak ada di pasaran maka lonjakan harga tidak dapat dihindari.
“Bila sanksi dunia kepada Rusia sangat keras termasuk melarang minyaknya di pasaran maka Indonesia salah satu negara pengimpor minyak terbesar di dunia akan menderita," paparnya.
Fadhil mengingatkan terkait inflasi dimana inflasi dunia sebelum serangan di Ukraina sudah meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia turun akan membawa dampak pada ekonomi Indonesia juga. Indonesia sebagai negara yang ekonominya terbuka akan tertransmisi pada ekonomi domestik.
Baca Juga: Sebanyak 10 Warga Yunani Tewas Saat Ukraina Digempur, Dubes Rusia Diminta Klarifikasi
Inflasi akan memukul daya beli masyarakat. Akan mempengaruhi pada ekspor dan impor. Akan terjadi instability pada perekonomian Indonesia.
Fadhil berpesan Indonesia mesti bisa memitigasi pada situasi ekonomi saat ini. Pemerintah mesti fokus memitigasi segala resiko yang ada. Sementara Indonesia masih menghadapi tantangan covid 19.
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan