SuaraBekaci.id - Sejumlah wilayah di kota Bekasi, Kamis (17/2) dinihari dikepung banjir. Penyebab banjir akibat meluapnya Kali Bekasi, hal itu setelah mendapat kiriman dari Kali Cileungsi dan Cikeas.
Akibat meluapnya Kali Bekasi, sejumlah perumahan seperti Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, Kemang IFI sampai perkampungan di Teluk Pucung Bekasi Utara tergenang banjir.
Berdasarkan laporan dari KP2C, air kiriman dari dua kali itu tiba di Bekasi sekitar pukul 10:00 WIB.
Tinggi muka air (TMA) di pertemuan dua kali itu normalnya 350 centimeter namun terus mengalami kenaikan. Puncaknya pada pukul 00:35, TMA mencapai 710 centimeter.
Sementara itu, Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Idham Kholid saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis pagi mengatakan banjir di sejumlah wilayah Bekasi juga disebabkan rembesan bronjong Pondok Gede Permai (PGP).
"Iya betul (luapan Kali Bekasi) dan rembesan bronjong PGP," ucap Idham Kholid.
Idham mengatakan untuk saat ini petugas masih berada di lapangan dan akan segera memberikan update informasi terbaru secepatnya.
Sementara itu pantuan dari petugas BPBD Kota Bekasi, pagi ini, ketinggian air di sejumlah wilayah terendam banjir masih cukup tinggi.
Seperti di Kampung Lebak RT 07/02 Teluk Pucung, Bekasi Utara, ketinggian air pada pukul 05:55 WIB mencapai 150 centimeter.
Baca Juga: Banjir Pekanbaru Masih Jadi Sorotan di Akhir Kepemimpinan Wali Kota Firdaus
Sementara di perumahan Pondok Geder Permai, ketinggian air juga mencapai 150 centimeter pada pagi ini.
Sedangkan di daerah gang Mawar Kartini RT 08/03, kelurahan Margahayu, Bekasi Timur ketinggian air kurang lebih mencapai 2 meter. Banjir di gang mawar Kartini ini terdampak pada 80 kepala keluarga (KK).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Terus Dukung Desa Berdaya dan Mandiri, BRI Raih Apresiasi dalam Peringatan Hari Desa Nasional 2026
-
5 Fakta Cap Tangan di Pulau Muna: Seni Cadas Tertua yang Mengubah Sejarah Dunia
-
Karung Pasir dan Bronjong Jadi Tameng Sementara Warga Bekasi
-
Ini Penyebab Penyakit Campak di DKI Jakarta Belum Hilang
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia