SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengimbau warga setempat untuk memperketat protokol kesehatan guna mencegah potensi penyebaran virus corona yang kini tengah mengalami lonjakan kasus.
"Masyarakat serta pelaku usaha untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kita sedang mengalami peningkatan kasus yang signifikan, jumlahnya mencapai 2,5 kali lipat dari kasus aktif saat puncak varian Delta 2021," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Selasa (7/2) dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan jumlah kasus aktif baru COVID-19 di Kabupaten Bekasi hingga Senin (7/2) menembus 6.000 kasus, meski tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan masih dapat dikendalikan.
"Untuk ICU sembilan persen dan untuk non-ICU 49 persen. Itu setengah dari kapasitas maksimal seperti puncak kasus Delta tahun lalu," katanya.
Kondisi itu dikarenakan sebagian besar pasien terkonfirmasi positif COVID-19 merupakan pasien kategori gejala ringan dan tanpa gejala, sehingga mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
"Untuk isolasi terpusat, kita sedang menyiapkan 1.000 tempat tidur, yang saat ini dirawat sekitar 200 orang dan tersebar di 52 rumah sakit rujukan. Sejauh ini di Kabupaten Bekasi baru ada satu kasus Omicron yang terkonfirmasi, saat ini pasien tersebut sudah sembuh," ucapnya.
Alamsyah menyebutkan bahwa lonjakan kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Bekasi tidak terpusat di klaster tertentu, melainkan menyebar di beberapa klaster. "Yang terbanyak dari klaster keluarga, dari klaster industri ada 488 orang yang tersebar di 12 perusahaan dan dari klaster sekolah 47 orang," katanya.
Puluhan pasien pada klaster sekolah, kata dia, pemerintah daerah hingga kini masih memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen.
"Soal PTM, sesuai arahan Pak Gubernur, kebijakannya menyesuaikan, dikembalikan ke daerah masing-masing sesuai tingkat kerawanan penularan COVID-19. Skemanya mungkin dilihat dari waktu sepekan ini, kalau memang terjadi peningkatan signifikan, PTM akan dihentikan. Sekarang masih berjalan 50 persen," katanya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Sufmi Dasco: DPR Terapkan Pembatasan
Alamsyah mengatakan peningkatan kasus COVID-19 ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi, tapi juga di daerah-daerah lain, hanya saja tidak disertai peningkatan kasus pasien yang dirawat di rumah sakit maupun penambahan kasus kematian.
"Kita tetap menyiapkan langkah-langkah terhadap lonjakan kasus ini, tapi insya Allah kita bisa melewatinya. Prediksi kita akhir Februari atau pekan pertama Maret mudah-mudahan kita bisa melewati Omicron ini," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026