SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, berhasil melampaui target realisasi investasi tahun 2021 dengan capaian Rp8,1 triliun yang bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
"Realisasi investasi tahun 2021 sebesar 118 persen dari yang ditargetkan pemerintah daerah senilai Rp6,9 triliun. Ini menandai bangkitnya perekonomian kita di tengah pandemi COVID-19," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi Lintong Dianto Putra di Bekasi, Kamis.
Dia mengatakan capaian itu membuat Kota Bekasi menduduki posisi keempat jumlah proyek PMA-PMDN terbanyak se-Jawa Barat dengan total 3.115 proyek atau berkontribusi sebesar 9,8 persen dari total proyek provinsi di periode yang sama.
"Sepanjang tahun lalu kita juga berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 6.884 orang. Keberhasilan ini sekaligus membuat target investasi kita tahun ini meningkat menjadi Rp8,4 triliun," katanya.
Lintong menjelaskan realisasi investasi tahun lalu yang bersumber dari PMA diperoleh dari sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lalu lintas dengan nilai Rp1,1 triliun.
Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp962 miliar. Sektor transportasi, gedung, dan telekomunikasi Rp512 miliar, serta 14 sektor investasi lain dengan total keseluruhan 17 sektor PMA.
Sedangkan tiga besar realisasi investasi tertinggi PMDN disumbang sektor transportasi, gedung, dan telekomunikasi Rp2,2 triliun. Kemudian sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp1 triliun, serta sektor hotel dan restoran Rp978 miliar. Total penanaman modal dalam negeri ini mencapai 23 sektor.
"Berdasarkan total nilai investasi, Kota Bekasi berhasil memberikan kontribusi bagi Jawa Barat sebesar enam persen atau berada pada peringkat kelima," katanya.
Di posisi pertama masih Kabupaten Bekasi yang notabene dikenal sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar Rp42 triliun atau 31,78 persen dari total nilai investasi se-Jawa Barat.
Baca Juga: 6 Orang Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar di Bekasi Ditangkap Polisi, 1 Orang Masih Diburu
Kedua ditempati Kabupaten Karawang dengan nilai investasi sebesar Rp26 triliun atau 19,56 persen, disusul Kota Bandung Rp11 triliun atau 8,41 persen, dan Kabupaten Bogor Rp9,89 triliun atau 7,27 persen dari total investasi provinsi.
Lintong juga menyebutkan bahwa jumlah investasi di total 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat pada tahun 2021 mencapai Rp136 triliun dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 109.331 orang, disertai 31.804 laporan kegiatan penanaman modal. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol