SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berencana melakukan evaluasi terhadap pembelajaran tatap muka (PTM), karena 45 siswa di daerah itu terkonfirmasi positif COVID-19.
"Kami akan diskusikan kelanjutan PTM di setiap sekolah sebagai bagian dari evaluasi. Dari laporan yang kami terima, ada 45 siswa yang positif COVID-19, belum termasuk dua siswa SMAN 6 Tambun Selatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Selasa.
Dia mengatakan puluhan siswa terpapar COVID-19 pada periode Januari 2022 dengan penyebaran yang tidak merata, yakni hanya beberapa di sekolah saja. "Tidak merata, tapi yang bisa saya sampaikan ada di Kecamatan Setu, Cibitung, Babelan, dan Tambun Selatan," katanya.
Alamsyah menyatakan siswa-siswi tersebut kemungkinan besar terpapar melalui klaster di luar satuan pendidikan atau tertular bukan saat mereka mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.
"Mereka tertular di luar sekolah. Jadi, saat mereka melakukan aktivitas di luar bersama orang tua atau kegiatan lain, bukan saat PTM. Hampir sama kasusnya seperti di perusahaan, kebanyakan mereka kenanya di luar tempat kerja" katanya.
Ia mengaku telah menjadwalkan rapat koordinasi pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus penularan COVID-19 yang jumlahnya telah mencapai 1.711 pada Minggu (30/1).
Penanganan cepat itu, kata dia, diperlukan untuk menentukan status PPKM di Kabupaten Bekasi yang saat ini berada di level 2 COVID-19.
Dia menyebutkan bahwa wilayah yang menerapkan PPKM level 2 tingkat kewaspadaan COVID-19 masih diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas.
"Berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri, masih dimungkinkan pelaksanaan PTM di wilayah level 2, sampai hari ini belum ada kebijakan melakukan penutupan sekolah. Nanti kami ada rapat dengan Satgas Pusat terkait level, kemudian akan kami evaluasi terkait PTM," katanya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, PT LIB Belum Berencana Pindahkan Liga 1 dari Bali
Pihaknya hingga kini juga terus menggenjot upaya 3T (tracing, testing, treatment) kepada ribuan anak dan remaja di sekolah-sekolah yang sebagian siswanya terkonfirmasi positif COVID-19.
"Apabila ada kasus seperti ini, kami akan lakukan tracing kontak, lalu testing secara masif agar penularan di sekolah saat PTM bisa diminimalisasi," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia