SuaraBekaci.id - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Koordinator Tindak Lanjut Penanganan Perkara atas nama terdakwa Herry Wirawan dalam tindak pidana Persetubuhan Terhadap Anak di Kantor Bank Jabar dan Banten ( BJB ) Jalan Naripan Nomor 12 – 14 Kota Bandung pada Selasa ( 14/12/2021 ).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Wakil ketua LPSK RI Livia Istania DF Iskandar, Bunda Forum Anak Daerah Jabar Atalia Praratya Kamil, Kakanwil Kemenag Jabar serta dinas instansi terkait.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N. Mulyana tersebut membahas perkara pidana yang dilakukan tersangka Herry Wirawan dan bagaimana langkah langkah selanjutnya yang akan diambil.
Beberapa suara pun muncul demi memberikan keadilan bagi para korban.
“Ini akan menjadi catatan bagi kita semua, tentunya kita tidak akan mentolerir tindakan kekerasan apapun, dimanapun dan dilakukan oleh siapapun, “ tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang terpantau dalam unggahan Kejati Jawa Barat, Selasa (14/12/2021).
Hal senada juga disampaikan oleh Bunda Forum Anak Daerah Jabar, Atalia Praratya Kamil.
“Penting yang harus digarisbawahi juga adalah bagaimana kedepannya terkait perlindungan anak “ ucap Atalia Praratya Kamil.
Dalam rapat tersebut Wakil Ketua LPSK RI Livia Istania DF Iskandar juga mengungkapkan beberapa kejahatan yang turut serta dilakukan oleh tersangka Herry Wirawan.
“Tidak hanya kekerasan seksual saja yang dilakukan oknum ini, namun juga melakukan eksploitasi ekonomi, penyelewengan dana bantuan bahkan membatasi ruang gerak anak anak untuk berkontak dengan keluarganya ,” terang Livia Istania DF Iskandar.
Baca Juga: Sulut United Bakal Bikin Kejutan kepada PSMS Medan di 8 Besar Liga 2
Dalam konferensi Pers yang digelar, Asep juga memastikan bahwa proses penanganan perkara Herry Wirawan yang telah memerkosa 12 Santriwati akan berjalan professional, dimana ia juga akan bertindak langsung sebagai Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Saat proses persidangan nanti.
“Insyaallah saya akan turun tangan langsung dalam persidangan nanti untuk mengawal kasus ini,” ucap Asep dalam konferensi pers.
Asep juga menjelaskan bahwa proses persidangan ini akan dipercepat dengan digelar 2 kali dalam sepekan.
Asep menambahkan Saat ini proses penanganan perkara sedang berjalan di Pengadilan Negeri ( PN ) Bandung, tahapannya adalah saksi saksi.
Lebih lanjut Herry Wirawan, tersangka pemerkosa 12 santriwati anak didiknya sendiri hingga hamil dan melahirkan anak tersebut akan disidangkan atas kasus pemerkosaan 12 santriwati di Kota Bandung.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
-
Status Dicabut, Masjid Agung Bandung Tak Lagi Masjid Raya
-
Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
-
Larangan Sawit Jabar Vs Regulasi Nasional: Mengapa Surat Edaran Dedi Mulyadi Rawan Digugat?
-
Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi
-
Polda Metro Jaya Lanjutkan 'Interogasi' Dr. Richard Lee dari Pertanyaan ke-74