SuaraBekaci.id - Mantan pentolan FPI yakni Munarman kembali menjadi sorotan baru-baru ini usai keterlibatannya dengan terorisme.
Terbaru kali ini Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri menyoroti strategi Munarman yang disebut masuk ke jaringan ISIS tersebut.
Menurutnya, keterlibatan Munarman dan ISIS tentunya menjadi tamparan telak untuk FPI lama maupun baru.
"Sedikit banyak langkah Munarman masuk ISIS dibuka saat persidangan kemarin. Ini menjadi tamparan telak bagi FPI yang sejauh ini dikatakan jauh dari teroris" kata Rudi S Kamri mengutip dari Wartaekonomi -jaringan Suara.com, Rabu (15/12/2021).
Rudi S Kamri menjelaskan, dengan terkuaknya baiat ISIS, FPI lama berpotensi mengikuti jejak Munarman.
Selain itu, dia menduga Front Persaudaraan Islam alias FPI baru ada yang terafiliasi dengan pandangan tersebut.
"Saya rasa FPI baru dengan orang-orang yang hampir sama dengan sebelumnya, juga mungkin mengikuti Munarman," ungkapnya.
Oleh karena itu, Rudi S Kamri mengaku prihatin terkait kondisi FPI baru yang salah arah.
Sebab, dia merasa sosok Munarman sangat kental dan kuat sebagai motor pikiran FPI.
Baca Juga: Jadi Target Setelah 6 Pengawal Rizieq Dibunuh, Munarman: Mereka Habisi Saya Secara Fisik
"Munarman ini luar biasa bisa menggerakkan FPI lama, bahkan yang baru. Jadi, saya menyayangkan bila radikalisme menjadi sasaran dari ormas (organisasi masyarakat) itu," beber Rudi S Kamri.
Seperti diketahui, baiat ISIS Munarman diketahui saat sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 8 Desember 2021.
Sidang kasus terorisme itu digelar secara tertutup dari pukul 10.00 WIB.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan
-
Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi
-
Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris
-
FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol
-
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan