SuaraBekaci.id - Cuaca di sekitar kawasan Gunung Semeru dari Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang pada Selasa (07/12/2021) pagi ini terpantau cerah, angin bertiup tak terlalu kencang.
Terlihat juga puncak gunung yang tingginya 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Berbeda dengan 2 hari sebelumnya usai terjadi peningkatan aktivitas gunung yang setiap pagi cuacanya agak mendung.
“Sejak Sabtu lalu, baru sekarang cuacanya cerah dan segar. Seperti sebelum-sebelum ada awan panas guguran,” ujar Hari, salah seorang warga ditemui di desa setempat.
Bahkan, tidak sedikit warga dan relawan yang mengabadikan puncak Mahameru dengan kamera ponselnya.
“Mumpung kelihatan, sayang kalau tidak diabadikan mas,” katanya sambil terus memotret mengambil dari berbagai angle.
Sementara itu, pada Senin (6/12) malam, Semeru yang merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut sempat mengeluarkan lava pijar.
Dipantau dari Kampung Renteng di Kecamatan Candipuro, terlihat jelas guguran lava dari puncak gunung. Meski demikian, warga setempat mengaku tak khawatir karena fenomena seperti itu kerap terlihat.
Pada Sabtu sore terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas guguran dan berdampak pada daerah di sekitar. Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman.
Sementara kabar terkini dari Semeru, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari melaporkan jumlah korban jiwa dalam musibah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur hingga Senin (6/12/2021) malam mencapai 22 orang.
"Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan delapan orang di Kecamatan Candipuro," kata Abdul Muhari melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta.
Abdul mengatakan jumlah korban luka-luka seperti luka bakar maupun cedera hingga pukul 20.15 WIB sebanyak 56 orang, dan 22 warga lainnya dilaporkan hilang. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004 orang.
"Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendataan dan validasi," katanya.
Selain dampak korban jiwa, kata Abdul, guguran awan panas Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor permukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana.
Berita Terkait
-
4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah
-
3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan
-
4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah
-
4 Tone Up Sunscreen Hyaluronic Acid, Bikin Cerah Seketika Bebas Dehidrasi
-
5 Rekomendasi Sheet Mask Affordable untuk Kulit Cerah dan Tenang
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak