SuaraBekaci.id - Palang Pintu kereta api adalah salah satu hal wajib dimiliki disetiap perlintasan kereta, fungsinya tentu saja sebagai pengingat warga baik pejalan maupun kendaraan, agar tak melintas saat kereta sedang melaju.
Biasanya palang pintu kereta berada di kedua sisi jalan yang terpisahkan dengan jalur rel kereta api.
Palang akan turun dan melintang di kedua sisi mencegah pejalan maupun kendaraan lewat, karena tanda kereta akan segera melintas. Hal itu demi keselamatan bersama.
Namun, apa jadinya jika palang pintu berada ditempat tak semestinya atau digunakan untuk yang lain?
Sebuah unggahan akun Instagram milik @edwindatuk bikin warganet yang melihatnya geleng kepala.
Video itu awalnya menyuguhkan pemandangan Pasar Cikampek dan sebuah laju kereta di sisinya.
Sepintas tak terlihat ada yang aneh, namun ketika video berlanjut, mata menangkap pemandangan lain daripada yang lain.
Di bagian sebelah kiri pasar tepat di depan kereta yang melintas memang berbaris kendaraan roda dua sedang menunggu kereta melintas.
Namun, bergerak ke sebelah kanan lagi, tepat ditengah tengah lapak dagangan terdapat palang pintu yang seolah berubah fungsi.
Baca Juga: Warganet Gabungkan Foto Cha Eun Woo dan Kekeyi, Begini Hasil Wajah Anaknya
Ya, palang pintu kereta yang biasanya bertengger didepan perlintasan, kini justru diapit lapak pedagang setempat.
Disebelah kirinya lapak pedagang perabotan rumah tangga, sementara disebelah kanannya deretan pedagang lain.
Dengan kata lain, palang pintu itu meski masih bergerak naik turun namun tak berfungsi menghalangi warga yang melintas karena memang posisinya tak terlihat.
Jalur perlintasan kereta api di Pasar Cikampek ini memang begitu dekat dengan ruko pertokoan disisi sebelah kiri dan padatnya lapak pedagang di sebelah kanan.
Video yang diunggah ulang oleh berbagai akun media sosial lain ini mendapat komentar beragam dari warganet yang heran ada pemandangan aneh yang seperti ini.
"Palang pintu dijadikan lapak," celoteh akun @odhu***.
Berita Terkait
-
Suami Yulia Baltschun Akui Selingkuh, Bawa Selingkuhan ke Tempat Bulan Madu di Kyoto
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Diancam Fisik hingga Disogok Uang
-
Bawa Anak SMP ke Rumah untuk Dicabuli, Tukang Ojek Lansia Digeruduk Warga
-
Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Hati-hati! Tabung Gas Oplosan Beredar di Jabodetabek, 10 Orang Jadi Tersangka
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual