SuaraBekaci.id - Kasus sub-varian Delta Covid-19 atau Delta plus AY.4.2 disebut berbahaya. Saat ini Malaysia sudah mendeteksi kasus tersebut.
Tercatat varian Delta plus tersebut terdeteksi pada 2 warga negara Malaysia yang baru saja pulang dari Inggris.
Banyak yang menyebutkan bahwa varian tersebut sangat berbahaya bahkan lebih menular.
Tapi, nampaknya varian Delta plus ini tidak mungkin menyebabkan peningkatan kasus atau memungkinkan virus menghindari sistem kekebalan.
Menyadur dari Ayojakarta -jaringan Suara.com, Para ahli mengatakan varian Delta tetap menjadi perhatian utama, sehingga terus menyerukan langkah-langkah protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Langkah-langkah pencegahan ini termasuk pemberian vaksin Covid-19 pada orang-orang yang memenuhi syarat, mempercepat distribusi suntikan booster vaksin Covid-19, meningkatkan pengobatan dan antibodi monoclonal terhadap virus corona Covid-19.
Selain itu, para ahli juga menyerukan tes Covid-19 secara acak untuk mendapatkan sampel dan memastikan orang-orang patuh terhadap standar protokol kesehatan selama pandemi virus corona.
Ahli virologi molekuler, Dr Vinod Balasubramaniam dari Jeffrey Cheah School of Medicine and Health Sciences di Monash University Malaysia mengatakan sekarang ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa varian Delta plus lebih daripada varian Delta aslinya.
Dalam kata lain, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa varian Delta plus ini bisa menyebabkan infeksi parah atau kematian yang lebih tinggi serta meningkatkan kemampuannya menghindari antibodi yang diberikan melalui vaksin Covid-19.
Baca Juga: Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Tidak Akan Jadi Indikator Sekolah Tatap Muka
Sub-varian baru ini dibedakan oleh 2 mutasi pada protein lonjakannya, yang disebut Y145H dan A222V. Ia mengatakan tidak ada mutasi dalam domain pengikatan reseptor, yang merupakan bagian dari lonjakan protein yang mengikat reseptor tertentu pada sel manusia.
"Sebagian besar peneliti global juga setuju bahwa varian Delta plus ini tidak perlu menjadi kekhawatiran, meskipun lebih menular," kata Dr Vinod dikutip dari New Straits Times.
Dr Vinod mengatakan upaya vaksinasi dan suntikan booster vaksin Covid-19 pada orang dengan gangguan kekebalan dan orang tua harus ditingkatkan. Selain itu, upaya vaksinasi pada anak-anak dan remaja usia 5 hingga 17 tahun juga harus diprioritaskan.
Varian baru ini juga bisa menjadi pengingat bahwa orang yang tidak vaksin Covid-19 berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19 tersebut.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menjelaskan lebih lanjut dan mengklasifikasinya varian Delta plus secara khusus. Tapi, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengklasifikasikan varian Delta plus ini sebagai varian yang sedang diselidiki pada 21 Oktober 2021 lalu.
Ahli epidemiologi, Profesor Datuk Dr Awang Bulgiba Awang Mahmud dari Universiti Malaya mengatakan saat ini tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan varian Delta plus lebih menular atau menyebabkan efektivitas vaksin Covid-19 menurun.
Berita Terkait
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi
-
Pelatih Malaysia Punya Pemikiran Sama dengan John Herdman di Piala AFF 2026, Apa Itu?
-
Dilantik Sebagai Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol