SuaraBekaci.id - Seorang pria meninggal dunia setelah digigit seekor kelelewar pada Oktober 2021 lalu.
Peristiwa ini terjadi di Idaho Amerika Serikat. Pria yang tergigit seekor kelelawar itu tidak segera mendapat pengobatan hingga terinfeksi rabies.
Menurut Insider, kejadian berawal dari pria tersebut sedang berada di luar ruangan pada bulan Agustus lalu. Kemudian, seekor kelelawar terbang ke arahnya dan hinggap di bajunya.
Diam-diam kelelawar juga menggigitnya atau menyebabkan luka goresan. Walau demikian, sang pria mengabaikan kejadian itu sampai ia jatuh sakit pada Oktober.
Dia pun memeriksakan diri ke rumah sakit di Boise, tetapi nyawanya tidak tertolong dan meninggal tak lama kemudian, lapor Insider.
Berdasarkan siaran pers yang keluar pada Kamis (4/11/2021) kemarin, hasil tes dari pria tersebut menunjukkan adanya infeksi rabies.
"Kasus tragis ini menyoroti betapa pentingnya kesadaran masyarakat Idaho akan risiko paparan rabies," kata direktur medis Divisi Kesehatan Masyarakat Idaho, Christine Hahn.
Ia melanjutkan, "Meski kematian jarang terjadi, sangat penting bagi orang yang terpapar kelelawar untuk menerima pengobatan yang tepat untuk mencegah timbulnya infeksi rabies sesegera mungkin."
Tercatat ia adalah orang pertama di negara tersebut yang meninggal karena rabies sejak 1978.
Para ahli mengatakan bahwa gigitan kelelawar bisa sulit diperhatikan karena terlihat kecil dan tidak selalu meninggalkan luka di kulit.
Selain itu, sulit untuk mengetahui apakah hewan tersebut terinfeksi rabies hanya berdasarkan penampilannya.
Vaksin rabies yang bisa diberikan setelah infeksi, dapat melindungi seseorang dari kematian akibat virus. Tetapi jika tidak segera diobati, virus akan menyerang sistem saraf dan otak sehingga menyebabkan kematian.
Berita Terkait
-
Hiroshi Tsuchida, Seiyuu Grisha Yeager Attack on Titan, Meninggal Dunia
-
Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong Un Muncul di Pameran Bersama Putrinya
-
Duka Mendalam Marsha Aruan: Sang Ibunda Berpulang, Kini Jadi Yatim Piatu
-
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Mantan Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
-
Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit
-
Siapa Pendamping Asep Surya Atmaja? Parpol Koalisi Dikabarkan Sudah Kantongi Nama