SuaraBekaci.id - Beberapa berita pilihan redaksi untuk disajikan akan ditampilkan berikut ini.
Kabupaten Bekasi kemarin, Rabu (26/10/2021) sempat ramai pemanggilan Akhmad Marjuki dan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan.
Selain itu, seorang jaksa kedapatan nego harga dengan seorang perempuan pun menjadi hangat dibicarakan warganet kemarin.
Warga Delta Mas Cikarang yang mengadu karena terganggu aksi ormas di kompleks rumahnya menjadi ramai.
Kemiskinan Ekstrem di Karawang kini menjadi perhatian, pasalnya warga berpenghasilan hanya Rp11 ribu per hari.
Ada juga Kota Bekasi yang telah mengizinkan pembukaan THM
1. Gubernur Ridwan Kamil Lantik Wakil Bupati Besok, DPRD Kabupaten Bekasi Siapkan Paripurna
Gubernur Jawa Barat dikabarkan akan melantik Wakil Bupati Bekasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22 Citarum Kota Bandung Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
DPRD Kabupaten Bekasi siapkan Paripurna Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi sekaligus pengangkatan Wabup sebagai Bupati Bekasi.
2. Nego Harga 'Belah Semangka', Kisah Desi Sefrilla dan Pak Jaksa
Seorang istri bernama Desi Sefrilla mengaku nego harga dengan kejaksaan untuk keringanan hukuman suaminya.
Dalam proses negonya dia terang-terangan mengaku dimintai sejumlah uang untuk 'Belah Semangka'.
3. Warga Delta Mas Cikarang Resah, Kerap Terganggu Aksi Unjuk Rasa Ormas
Warga perumahan Delta Mas Cikarang Utara resah, ketenangan di kompleks perumahannya terganggu oleh aksi unjuk rasa organisasi masyarakat (Ormas).
Perumahan Delta Mas yang berdekatan dengan Greenland International Industrial Center (GIIC) Kabupaten Bekasi kerap dijadikan lokasi aksi unjuk rasa Ormas. Baru-baru ini, ratusan ormas konvoi dan melakukan aksi unjuk rasa pada sebuah perusahaan di GIIC.
4. Kemiskinan Ekstrem Karawang, Penghasilan Warga Rp11 Ribu Per Hari
Pemerintah Kabupaten Karawang fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Indikator kemiskinan ekstrem menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) salah satunya, pendapatan warga Rp11 Ribu per hari.
“Di antara indikator kategori miskin karena pendapatan warga Rp11 ribu per hari". Demikian jelas Kepala Bidang Pembiayaan Monitoring dan Evaluasi Bappeda Karawang Ani Muthia.
5. Pertama Kali Tutup dan Terakhir yang Diizinkan Buka, Tri Adhianto Prihatin Kondisi THM
Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Bekasi kini bisa bernafas sedikit lega. Pasca pandemi dan kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini membuat sejumlah daerah mulai mengizinkan THM beroperasi kembali.
Dalam wawancara SUARA LIVE! Senin (25/10/2021) Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku prihatin dengan situasi THM.
Tag
Berita Terkait
-
Pengamat: JPN Kejaksaan di Proyek Chromebook Hanya Kawal Prosedur, Bukan Hapus Niat Jahat
-
Beringas Ancam Wali Kota Bekasi Pakai Sajam, Pedagang Duta Harapan Akhirnya 'Ciut' Minta Maaf
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Kasus Chromebook, Pakar: Kejaksaan Bongkar Siasat 'Regulatory Capture' untuk Dalih Nadiem Makarim
-
Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek
-
Kabel Lampu Jalan Jadi Sasaran Komplotan Pencuri di Bekasi
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK